Sukses

Jika Si Kecil Alergi, Amankah Divaksin?

Anda takut membawa Si Kecil yang alergi untuk divaksin? Jangan khawatir. Simak penjelasannya berikut ini.

Tak dapat dimungkiri, banyak beredar pernyataan bahwa anak yang memiliki alergi sebaiknya jangan divaksin. Mendengar hal tersebut, banyak orangtua menjadi sangsi dan was-was, haruskah memberikan vaksinasi pada Si Kecil?

Sangat Jarang

Sebenarnya reaksi alergi yang disebabkan vaksin sangatlah jarang – kurang lebih satu atau dua kasus per satu juta vaksinasi. Namun ketika hal tersebut terjadi, umumnya gejala yang ditimbulkan cukup serius.

Gejala yang ditimbulkan mulai dari biduran, bengkak pada mata dan bibir, asma, batuk-batuk, muntah, diare, hingga syok anafilaksis (syok karena alergi).

Alergi Berat Saja

Berdasarkan berbagai penelitian, anak-anak  dengan alergi yang sangat berat saja yang harus ekstra hati-hati sebelum divaksin. Sampaikan kepada dokter Anda mengenai alergi yang dimiliki Si Kecil, terutama jika gejalanya berat.

Si Kecil yang memiliki alergi berat terhadap lateks harus berhati-hati sebelum divaksin hepatitis A, kanker rahim, dan rotavirus. Sementara itu, mereka yang alergi parah terhadap ragi perlu berhati-hati terhadap vaksinasi hepatitis B dan Gardasil (kanker rahim). Dan, Si Kecil yang alergi terhadap antibiotik neomisin (jenis antibiotik untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri) perlu waspada terhadap vaksinasi MMR (gondongan, campak, rubela), polio, dan cacar air.

Hampir Semua Aman

Kekhawatiran orangtua terhadap vaksinasi dipatahkan oleh pernyataan dari berbagai lembaga kesehatan ternama dunia.

Sebuah tim peneliti vaksin yang dipimpin oleh John Hopkins Children’s Center menyatakan bahwa hampir sebagian besar anak-anak yang menderita alergi aman untuk divaksin, termasuk mereka yang memiliki asma dan eksim kulit. Meski demikian, anak-anak yang memiliki alergi berat perlu mendapat perhatian khusus.

Hal senada juga disampaikan oleh The Centers for Disease Control, American Academy of Pediatrics, dan American Allergy and College of Allergy, Asthma, and Immunology. Mereka menetapkan bahwa alergi telur bukanlah halangan untuk mendapatkan vaksinasi yang mengandung telur, yaitu influenza.

Hal ini disebabkan karena kandungan telur yang terdapat dalam vaksin influenza sangatlah kecil (di bawah satu mikrogram/ml), sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi – bahkan pada anak yang memiliki alergi berat terhadap telur. Walau demikian, tetap dianjurkan agar anak dengan alergi berat mendapatkan vaksinasi di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. Karena jika tiba-tiba anak tersebut mengalami gejala, ia dapat ditangani secara cepat dan tepat oleh ahlinya.

Bisa disimpulkan, vaksinasi sangatlah bermanfaat untuk perlindungan kesehatan Si Kecil. Setelah memahami uraian di atas, tentunya tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan vaksin kepada Si Kecil yang alergi.

0 Komentar

Belum ada komentar