Sukses

Cegah Demam Tifoid pada Musim Hujan

Musim hujan telah datang, namun begitu pula dengan penyakit – termasuk tifoid. Bagaimana cara untuk mencegah hal ini?

Terdapat beberapa penyakit yang insidennya meningkat di kala musim hujan tiba, salah satunya adalah demam tifoid. Selama ini banyak yang menyangka bahwa tifus sama dengan tifoid, padahal keduanya sangat berlainan. Oleh karena itu, penanganan demam tifoid pun berbeda dengan tifus.

Apa Itu Demam Tifoid?

Demam tifoid adalah penyakit infeksi yang sering mengenai penduduk di berbagai belahan dunia, terutama negara berkembang. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Statistik dari Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa lebih dari 22 juta kasus baru demam tifoid terjadi di seluruh dunia, dan 200.000 di antaranya menelan korban jiwa. Kasus demam tifoid banyak terjadi di daerah endemis di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Penyakit ini umumnya memberikan gejala demam pada malam hari yang menurun pada pagi dan siang hari, sakit kepala, diare atau konstipasi, lemas, nafsu makan berkurang, serta pegal-pegal pada otot dan persendian.

Penularan Demam Tifoid

Demam tifoid dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa. Si Kecil pun dapat terinfeksi demam tifoid jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella.

Bakteri Salmonella dapat bertahan di dalam air selama berminggu-minggu, sehingga tinggal di dekat sungai atau selokan yang terkontaminasi juga dapat meningkatkan risiko penularan.Terlebih jika air sungai tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, dan sebagai sumber air minum.

Sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan yang kurang, juga meningkatkan risiko merebaknya demam tifoid. Misalnya, sampah yang berantakan, buang air besar di sungai, tidak mencuci makan setelah ke toilet dan sebelum makan, dan sebagainya.

Lebih Banyak Saat Musim Hujan

Saat musim hujan akan banyak genangan-genangan air, bahkan banjir. Terpapar genangan air atau banjir yang terkontaminasi bakteri tersebut, dapat menyebabkan Si Kecil terinfeksi Salmonella. Makanan dan minuman yang dijual di pinggir jalan yang terbuka juga lebih mudah terkontaminasi oleh bakteri.

Pencegahan Demam Tifoid

Memperhatikan kebersihan sangatlah penting untuk mencegah demam tifoid. Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda cermati:

  • Biasakan Si Kecil untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air.
  • Perhatikan jajanan sehari-hari Si Kecil. Jangan biarkan ia makan di sembarang tempat, apalagi yang kebersihannya kurang terjamin. Akan lebih baik jika Anda membawakan bekal untuknya, agar ia tidak perlu jajan lagi.
  • Jika musim hujan sudah tiba, jangan biarkan Si Kecil untuk bermain di genangan air,  terutama berenang di genangan banjir.
  • Selalu bilas peralatan makan dengan air bersih dan hindari mencuci dengan air sungai.
  • Jika menggunakan air sumur sebagai air minum, pastikan supaya air tanah tersebut tidak terkontaminasi. Jika Anda tidak yakin dengan hal tersebut, akan lebih aman untuk menggunakan air minum kemasan.

Penyakit demam tifoid juga dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi terhadap Si Kecil. Vaksinasi demam tifoid sudah bisa diberikan pada anak berusia dua tahun ke atas, dan diulang setiap tiga tahun.

0 Komentar

Belum ada komentar