Sukses

Menopause, Akhir dari Masa Subur Wanita

Menopause selalu menjadi sesuatu yang mengerikan bagi wanita. Pasalnya, menopause merupakan suatu fase berakhirnya masa subur wanita. Mengapa demikian? Berikut ulasannya.

Menopause dan masa subur wanita merupakan dua hal yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Pasalnya, masa subur seorang wanita akan berakhir ketika memasuki masa menopause.

Sebenarnya, apa itu masa menopause?

Menopause adalah suatu masa di mana ovarium seorang wanita tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulannya. Hal ini ditandai dengan tidak adanya menstruasi sehingga tidak reproduktif lagi. Ovarium adalah organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk memproduksi hormon estrogen dan menghasilkan sel telur setiap bulannya.

Sebelum terjadi masa menopause, akan terjadi masa perimenopause. Masa perimenopause adalah masa transisi sebelum seorang wanita mengalami menopause. Menopause terjadi karena berkurangnya jumlah hormon estrogen. Menopause terjadi secara bertahap, frekuensi dan interval menstruasi akan semakin jarang sebelum akhirnya berhenti sama sekali.

Usia rata-rata menopause berkisar antara usia 43-57 tahun, namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause.

Selain itu, faktor keturunan juga sangat berperan. Karenanya, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia yang tidak jauh berbeda dari usia saat ibunya mengalami menopause.

Berikut gejala dari menopause yang perlu Anda ketahui:

  • Hot flushes, atau sensasi rasa panas, jantung berdebar, hingga berkeringat
  • Keringat malam
  • Kekeringan di vagina dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
  • Sulit tidur
  • Mood tidak stabil
  • Gangguan kecemasan
  • Libido menurun
  • Gangguan memori dan konsentrasi

Jika Anda memiliki salah satu dari gejala di atas dan usia Anda saat ini sudah menginjak usia 40 tahun, segeralah konsultasikan masalah Anda dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan masa menopause Anda.

Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter, antara lain:

  • Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar FSH (Follicle-Stimulating Hormone) di dalam tubuh. FSH ini berfungsi untuk merangsang ovarium dalam menghasilkan sel telur.
  • Pemeriksaan USG transvaginal untuk melihat jumlah folikel. Tes ini dinamakan antral folikel count.

0 Komentar

Belum ada komentar