Sukses

Amankah Melakukan Oral Seks Saat Hamil?

Banyak pertanyaan yang timbul terkait oral seks yang dilakukan saat hamil. Sebenarnya, amankah melakukan oral seks saat hamil? Berikut ulasannya.

Banyak pertanyaan yang timbul terkait melakukan hubungan seksual selama kehamilan, misalnya pertanyaan terkait melakukan oral seks saat hamil.

Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah Anda dapat melakukan hubungan seksual, termasuk oral seks, selama kehamilan Anda tersebut berjalan dengan normal dan tidak ada masalah yang terjadi.

Oral seks selama kehamilan aman untuk dilakukan, dengan catatan sebagai berikut:

  • Pasangan seksual Anda tidak memiliki riwayat penyakit menular seksual karena infeksi ini dapat membahayakan janin.

  • Pastikan pasangan seksual Anda untuk tidak meniupkan udara ke dalam vagina. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan emboli udara, atau udara yang menutup pembuluh darah. Apabila terjadi, kejadian ini akan membahayakan Anda dan bayi di dalam kandungan Anda.

  • Meskipun Anda mengetahui bahwa pasangan seksual Anda aman dari PMS, namun untuk mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual ataupun untuk mencegah bahaya yang dapat terjadi pada janin yamg ada di dalam rahim Anda, ada baiknya Anda memakai dental dam.

Dental dam adalah alat berupa lembaran lateks berbentuk segiempat yang digunakan untuk mencegah penularan PMS saat melakukan oral seks. Cara pemakaian dental dam adalah dengan menempatkannya di antara mulut dan vulva (vagina) selama melakukan oral seks pada vagina, atau di antara mulut dan anus selama seks anal-oral. Yang perlu diperhatikan selama pemakaian dental dam adalah jangan pernah membolak-balikan letak dental dam. Selain itu, gunakanlah dental dam yang baru setiap melakukan aktivitas seksual.

Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa ada beberapa hal yang mengharuskan Anda untuk menghindari aktivitas seks selama hamil, yaitu:

  • Terdapat perdarahan vagina yang belum dapat diketahui penyebabnya
  • Cairan ketuban Anda merembes keluar
  • Terjadi pembukaan serviks namun belum waktunya
  • Terjadi plasenta previa, atau letak plasenta yang menutupi jalan lahir 
  • Mempunyai riwayat melahirkan prematur

0 Komentar

Belum ada komentar