Sukses

Tertarik Ingin Tanam Benang? Ketahui Dulu Manfaat dan Risikonya

Dunia kecantikan semakin banyak menawarkan alternatif tindakan. Salah satu yang mungkin sering didengar akhir-akhir ini adalah teknik tanam benang. Simak ulasan lebih lanjut mengenai manfaat dan risikonya.

Tanam benang merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan tujuan untuk meremajakan kulit.

Dikategorikan sebagai prosedur minimal invasif karena tidak menggunakan alat bedah pisau, benang dibenamkan di dalam kulit dengan menggunakan bantuan jarum. Benang khusus “ditanamkan” di dalam kulit agar dapat merangsang pembentukan kolagen sehingga kulit terlihat lebih kencang.

Tindakan ini relatif mudah dengan proses penyembuhan relatif singkat, karenanya tanam benang dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan wajah lebih muda tanpa harus masuk ke ruang operasi. Efektifivitas dan berapa lama efeknya bertahan sangat tergantung dari pemilihan benang, area kulit yang dijangkau, keahlian yang mengerjakan, serta kondisi awal kulit.

Sama seperti tindakan invasif lainnya, risiko yang mungkin terjadi antara lain:

Nyeri

Tindakan ini melibatkan jarum sebagai media penghantar benang. Jarum yang ditusukkan di kulit tentu dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Namun biasanya untuk mengurangi rasa nyeri, sebelum tindakan sudah diberikan obat oles penghilang rasa sakit.

Radang (bengkak, merah)

Reaksi bengkak dan kemerahan terjadi karena proses peradangan akibat tusukan jarum. Biasanya ini merupakan reaksi sementara pascatindakan.

Infeksi

Masuknya jarum ke dalam kulit dapat menjadi pintu masuk bagi kuman atau agen infeksius lainnya. Infeksi yang terjadi dapat menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan, timbul nanah, hingga terjadinya jaringan parut. Hal ini biasanya diminimalkan dengan selalu menggunakan jarum yang steril.

Jaringan parut

Jaringan parut merupakan reaksi penyembuhan luka pascatindakan yang tidak normal. Sayangnya, risiko terjadinya jaringan parut pada seseorang tidak dapat dipastikan sebelumnya, namun dapat diperkirakan melalui anamnesis apakah pernah ada riwayat jaringan parut sebelumnya. Karena itu, informasi mengenai kondisi medis sebelumnya perlu digali dengan baik sebelum tindakan untuk meminimalkan efek samping, selain memastikan prosedur dilakukan dengan baik, benar, dan steril.

Sensasi adanya benda asing

Penempatan benang khusus di dalam kulit secara tidak langsung akan menimbulkan sensasi tersendiri. Namun biasanya sensasi ini akan hilang seiring dengan bertambahnya waktu, dan tidak semua orang mengeluhkan hal serupa.

Asimetris

Perubahan bentuk wajah memang menjadi salah satu tujuan dari tindakan tanam benang ini. Namun alih-alih mendapatkan bentuk wajah yang diinginkan, dapat terjadi risiko bentuk wajah yang asimetris. Untuk itu, pastikan ahli yang dipilih memang terampil, berpengalaman, serta komunikatif.

Untuk memastikan hasil yang maksimal, kondisi kulit sebelum tindakan juga perlu menjadi perhatian. Pola hidup yang sehat contohnya konsumsi makanan bergizi dan suplemen tambahan, rajin berolahraga, menghindari rokok dan alkohol, beristirahat yang cukup akan membantu agar penyembuhan luka pascatindakan menjadi lebih baik.

Sejauh ini laporan terkait efek samping tanam benang relatif rendah dan ringan, tetapi risiko tindakan selalu ada. Yang terpenting adalah sekalipun keputusan mempercantik diri adalah hak setiap individu, namun sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan ahli tentang kondisi medis dasar Anda sehingga manfaat dan hasilnya lebih maksimal.

1 Komentar