Sukses

Anemia Bisa Dideteksi Lewat Mata

Anemia diyakini mampu dideteksi lewat mata. Namun, benarkah anemia bisa di deteksi lewat mata? Berikut pemaparan dr. Dina Kusumawardhani.

Hampir sepertiga penduduk dunia di negara berkembang mengalami anemia. Anemia merupakan suatu kondisi kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Hemoglobin berfungsi sebagai protein yang membawa oksigen dalam sel darah merah ke seluruh tubuh.

Anemia dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya perdarahan, kekurangan zat besi, dan hemolisis. Meskipun dapat disebabkan oleh banyak hal, anemia yang disebabkan oleh kekurangan/defisiensi zat besi merupakan penyebab anemia terbanyak di seluruh dunia.

Anemia defisiensi zat besi lebih rentan terjadi pada wanita dan anak-anak, terutama di wilayah Asia Tenggara dan subsahara (Afrika).

Pemeriksaan fisik yang paling sering dilakukan dan cukup bermanfaat dalam menentukan diagnosis anemia adalah dengan memeriksa konjungtiva, atau bagian dalam kelopak mata.

Pemeriksaan ini sangat mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat dilakukan oleh sebagian besar orang dengan sedikit latihan. Namun, pada anemia ringan biasanya perubahan warna pucat tidak terlalu signifikan sehingga terkadang sulit dibedakan dengan kondisi konjungtiva yang normal.

Meskipun begitu, tetap dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk dapat menegakkan diagnosis anemia, tidak bisa hanya dengan pemeriksaan fisik saja.

Berikut  beberapa gejala lain akibat anemia yang terjadi:

  • Telapak tangan pucat
  • Mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mudah pusing
  • Sesak nafas

Jika Anda memiliki gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar