Sukses

Hati-Hati, Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Keracunan

Keracunan dengan gejala sakit kepala bisa terjadi jika beberapa zat dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Sakit kepala merupakan gejala yang tidak spesifik dan dapat dipicu oleh berbagai hal. Beberapa zat, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, dapat menyebabkan keracunan dengan gejala sakit kepala.

Apa saja agen penyebab keracunan dengan gejala sakit kepala? Terdapat banyak zat beracun yang dapat menyebabkan keluhan sakit kepala, dalam artikel ini akan dibahas beberapa jenis keracunan dan hubungannya dengan sakit kepala. Yuk, kita lihat satu per satu:

  • Alkohol

Alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keluhan sakit kepala. Salah satu minuman keras yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah alkohol oplosan yang mengandung metanol. Metanol merupakan bahan berbahaya yang dapat menyebabkan keluhan sakit kepala, gangguan penglihatan, dan sesak napas. Keracunan metanol dapat merenggut nyawa peminumnya jika tidak ditangani segera.

  • Karbon monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Pada tahap awal, keracunan karbon monoksida tidak menimbulkan gejala pada penghirupnya. Ketika terdapat terlalu banyak karbon monoksida di udara, maka tubuh Anda akan mengambil karbon monoksida sebagai ganti dari oksigen, dan akhirnya berikatan dengan sel darah merah. Gejala yang akan Anda alami adalah sakit kepala, kelemahan, mual, dan sesak napas.

  • Air

Air merupakan zat fisiologis yang dikonsumsi secara rutin. Namun jika air diminum dalam jumlah berlebih, maka dapat menyebabkan keracunan. Hal ini memang jarang terjadi, namun keracunan air dapat terjadi ketika Anda minum air dalam jumlah yang banyak seperti dalam kompetisi minum air atau olahraga berat. Pemberian diuretik merupakan salah satu cara mengurangi air dalam tubuh.

  • Mariyuana

Maryuana merupakan obat ilegal yang dapat menyebabkan keluhan seperti mengantuk, euforia, dan sakit kepala. Mengisap marijuana juga dapat menyebabkan berbagai gejala lain yang lebih serius seperti penurunan kemampuan motorik dan gangguan psikotik akut. Pasien kadang memerlukan penenang untuk membantu mengurangi gejala psikotik akut yang dialaminya.

 

0 Komentar

Belum ada komentar