Sukses

Jangan Biarkan Anak Makan Terlalu Lama

Apakah anak biasa makan terlalu lama, misalnya lebih dari 30 menit atau bahkan sejam? Mulai sekarang, yuk segera hentikan kebiasaan tersebut.

Pernahkah Anda merasa bahwa anak Anda makan terlalu lama, sehingga Anda menghabiskan hampir seluruh waktu sehari-hari untuk menyuapinya? Atau, bahkan Anda merasa sulit untuk makan atau mandi karena waktu Anda seharian sudah habis untuk itu?

Apabila Anda mengatakan ‘ya’ untuk salah satu pernyataan di atas, Anda tidak sendirian.  Beberapa anak memang memiliki kebiasaan makan dalam waktu yang lama. Kebiasaan ini tidak hanya terjadi pada balita saja, namun juga pada anak usia sekolah. Tentunya kebiasaan ini tidak baik untuk dilanjutkan.

Menyikapi hal tersebut, membiasakan anak untuk makan tidak lebih dari 30 menit adalah salah satu hal yang bisa dilakukan. Selain makan dalam waktu yang lama merupakan kebiasaan yang tidak baik, makanan yang sudah lebih dari 30 menit juga akan terasa kurang enak. Salah satu penyebabnya adalah karena makanan tersebut sudah menjadi dingin. Kebanyakan makanan akan lebih sedap bila disantap saat hangat. Terlebih apabila makanan tersebut mengandung banyak lemak. Ketika dingin, lemak akan menggumpal dan sangat tidak enak untuk dimakan.

Tentang makanan yang tidak enak disantap, ada sebuah fakta yang penting untuk Anda ketahui. Ketika Anda merasakan makanan cukup enak, anak mungkin tidak berpendapat sama; ia bisa saja mengatakan makanan itu tidak enak. Apalagi jika Anda merasakan makanan yang tidak enak, anak akan mengatakan makanan tersebut sangat tidak enak. Hal ini dikarenakan anak-anak memiliki taste bud lebih banyak. Taste bud berfungsi sebagai indra perasa di dalam rongga mulut.

Jadi bisa dibayangkan, bagaimana rasa makanan yang disantap anak bila dimakan sampai dengan dua jam sejak disajikan? Untuk menyiasati agar anak tidak makan terlalu lama, simak kiat-kiat berikut:

Duduk selagi makan

Memang terkadang sulit sekali membuat anak duduk selagi makan. Apalagi di usianya ini, keingintahuan dan rasa ingin bermainnya yang amat besar sering kali mengalahkan rasa laparnya. Membiasakan anak duduk selagi makan akan mengurangi hal-hal lain yang dapat memecah perhatiannya selain dari makanan di hadapannya. Selain itu, posisi duduk selagi makan dapat menghindarkan anak dari kejadian tersedak.

Berikan makanan sesuai kemampuannya mengunyah

Sajikan makanan dengan tekstur yang sangat lembut untuk anak yang baru saja menerima MPASI. Tanpa disadari, kita ingin anak bisa cepat-cepat makan seperti anak yang usianya lebih besar darinya. Memang, mengajari anak untuk mengunyah dengan memberinya makanan bertekstur lebih kasar adalah hal yang harus dilakukan, namun memaksa dirinya untuk mengunyah adalah sesuatu yang kurang tepat. Pelajari kemampuan mengunyah anak Anda. Pastikan dirinya sudah mampu menerima tekstur makanan yang akan Anda berikan. Kenalkan anak dengan tekstur makanan yang berbeda secara bertahap.

Ketika memasukkan tahap finger food, buatlah potongan makanan yang masuk akal untuk dikonsumsi anak. Makanan yang teksturnya tidak sesuai dengan kemampuan makannya, akan membuat anak lebih lama menghabiskan waktu untuk makan.

Ciptakan situasi yang kondusif

Ketika makan, sebisa mungkin hindari segala sesuatu yang bisa memecah perhatian anak selain dari makanan yang disajikan, misalnya mainan, video, dan televisi. Selain itu, makanlah secara bersamaan dengan anak. Buatlah suasana makan yang nyaman dan santai, serta suasana makan yang berfokus pada kegiatan makan itu sendiri. Anda pun sebaiknya tidak melakukan hal lain selain menyuapi atau menyantap makanan di piring Anda.

Realistis

Ingin anak makan cepat tidak berarti sama cepatnya dengan Anda, lho! Kemampuan anak dalam mengunyah tentu berbeda dengan Anda sebagai orang dewasa. Anda tetap harus realistis dalam menentukan target waktu makan. Menurut Student Health Service of the Department of Health di Hong Kong, waktu makan yang realistis adalah sekitar 30-45 menit.

0 Komentar

Belum ada komentar