Sukses

Bolehkah Penderita Maag Mengonsumsi Mi Instan?

Mi instan merupakan suatu jenis makanan yang mungkin digemari oleh hampir setiap orang. Namun sebenarnya, bolehkah penderita maag mengonsumsi mi instan? Simak info medis dari dr. Mega Putri berikut ini.

Di Indonesia, mi instan merupakan makanan yang cukup populer. Makanan yang banyak dikonsumsi di kalangan masyarakat ini merupakan jenis makanan yang bisa dibilang menjadi sebuah makanan favorit.

Pasalnya, cara memasak mi instan ini relatif mudah. Selain itu, harganya juga murah, dan rasanya pun enak.

Namun, mi instan ternyata mempunyai berbagai efek yang kurang baik bagi kesehatan. Di dalam sebuah video yang sedang marak beredar akhir-akhir ini, tergambar mi instan yang masuk ke dalam lambung lalu kemudian dicerna oleh tubuh.

Lalu, apa yang terjadi? Ternyata setelah 2 jam, bentuk dari mi tersebut masih utuh. Hal tersebut membuktikan bahwa mi instan yang kita konsumsi merupakan komponen yang sangat sulit dicerna oleh tubuh kita. Karenanya, apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu yang relatif sering, maka akan sangat merugikan organ pencernaan kita, terutama lambung.

Mi instan mengandung kalori yang sangat tinggi, serta kandungan vitamin dan protein yang sangat sedikit. Selain itu, di dalam mi instan juga terkandung bahan pengawet dan penyedap rasa yang membuat makanan ini menjadi enak sehingga dapat membuat orang ketagihan. Apabila kita sering mengonsumsi mi instan, maka organ-organ saluran pencernaan kita harus bekerja ekstra keras untuk memecah atau mencerna mi tersebut.

Seorang ahli yang bekerja di Institute for Nutrition of the Russian Academy of Sciences mengatakan bahwa konsumsi mi instan dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan luka dan peradangan pada lambung.

Di samping itu, mi instan juga mengandung bahan pengawet yang dinamakan tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ). TBHQ adalah bahan pengawet yang biasanya disebut sebagai ‘antioksidan’, tetapi penting untuk diluruskan bahwa bahan yang terkandung di dalamnya bukanlah antioksidan natural, tetapi merupakan bahan kimia sintetis dengan properti antioksidan. Bahan kimia tersebut mencegah oksidasi lemak dan minyak sehingga dapat mencegah makanan agar tidak cepat tengik.

TBHQ sebenarnya aman untuk dikonsumsi apabila tidak lebih dari 0-0.5 mg/kgBB. Akan tetapi, walaupun terdapat batas aman, akan lebih baik apabila kita tidak mengonsumsinya sama sekali. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi bahan yang mengandung TBHQ ini akan menyebabkan akumulasi di dalam lambung dan dapat mengiritasi dinding lambung.

Apa yang terjadi kemudian? Akan timbul gejala mual muntah, telinga berdenging, bahkan penurunan kesadaran. Apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit, tubuh masih bisa mengeliminasi TBHQ dengan baik, tetapi apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak maka akan berdampak buruk pada organ pencernaan, liver, organ reproduksi, dan otak. Jadi, bagi penderita maag, mengonsumsi mi instan bukanlah suatu pilihan yang bijak.

0 Komentar

Belum ada komentar