Sukses

Kapan Mengajarkan Bahasa Inggris pada Si Kecil?

Belajar bahasa Inggris akan membuat kemampuan linguistik Si Kecil lebih optimal. Selain itu, menguasai bahasa kedua juga akan menambah nilai plus dalam kehidupan sosialnya pada masa mendatang.

Kagum rasanya melihat semakin banyak anak kecil yang sudah fasih mengucapkan kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris. Untuk dapat tetap bersaing di era globalisasi ini, anak-anak memang harus menguasai bahasa asing, minimal bahasa Inggris.

Apalagi dalam bidang pendidikan, bahasa Inggris mempunyai andil besar karena hampir semua buku teks dalam berbagai disiplin ilmu ditulis dalam bahasa tersebut, yakni dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Kapan Saat yang Tepat?

Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dapat mulai Bunda/Ayah perkenalkan kepada Si Kecil sedini mungkin. Setiap bayi lahir dengan kemampuan untuk meniru suara dari berbagai bahasa. Namun, kemampuan ini akan menurun setelah bayi berusia di atas 10 bulan, dan semakin mengerucut ke arah bahasa yang sehari-hari paling sering didengar olehnya.

Oleh karena itu, semakin dini Bunda/Ayah memperkenalkan bahasa kedua – disarankan dalam tahun pertama kehidupannya – semakin cepat pula Si Kecil dapat menangkapnya. Namun jika Bunda/Ayah belum mengajarkannya pada tahun pertama, Bunda/Ayah dapat memulainya ketika Si Kecil menginjak usia dua tahun, ketika ia sudah lebih mantap dengan bahasa pertamanya.

Manfaat Menguasai Dua Bahasa

Para orangtua berlomba-lomba mengajarkan anak mereka bahasa kedua – yakni bahasa Inggris – karena menguasai minimal dua bahasa memiliki berbagai manfaat bagi Si Kecil.

Dengan menguasai multibahasa, Si Kecil dapat berpikir lebih kreatif dan fleksibel. Selain itu, belajar bahasa baru dapat melatih kerja otak dengan lebih baik, serta mengenal budaya baru.

Tidak Perlu Kursus

Bunda/Ayah tidak perlu memasukkan Si Kecil ke dalam kursus bahasa Inggris. Sebelum ia mulai bersekolah, Bunda/Ayah dapat memperkenalkan kepadanya lagu dan film anak-anak dalam bahasa Inggris, sehingga ia lebih familiar terhadap bahasa kedua tersebut.

Selain itu, Bunda/Ayah dapat turun tangan mengajarkan bahasa Inggris kepada Si Kecil berdasarkan aktivitas sehari-hari. Namun, usahakan untuk mengenalkan kata per kata kepada Si Kecil. Misalnya, Bunda/Ayah dapat mengenalkan boneka beruang kesayangannya sebagai “bear” dan si boneka kelinci sebagai “rabbit”. Mengucapkan “good night” setiap kali ia akan pergi tidur juga bisa dilakukan.

Jika Bunda/Ayah ingin mengenalkan bahasa Inggris kepada Si Kecil sejak dini, berlakukan prinsip “satu orang satu bahasa”. Misalnya, Bunda hanya boleh berbahasa Indonesia kepada Si Kecil, sementara Ayah hanya berbahasa Inggris ketika berkomunikasi dengannya. Dengan demikian, Si Kecil akan lebih cepat mengenali dua bahasa yang berbeda dan tidak menjadi bingung.

Setelah Si Kecil beranjak besar, Bunda/Ayah dapat memberikan buku bacaan dan permainan dalam bahasa Inggris untuk semakin mengasah keterampilan bahasanya. Di sekolah pun umumnya murid-murid akan mendapatkan pelajaran bahasa Inggris.

0 Komentar

Belum ada komentar