Sukses

Waspada Kuman Saat Anak Bermain Kembang Api

Ketika anak bermain kembang api, kuman bisa aja menyerang sang anak. Sebenarnya, apa hubungan antara kuman dan anak bermain kembang api? Berikut info medis dari dr. Jessica Florencia.

Di setiap hari perayaan, seperti tahun baru, kembang api selalu hadir untuk menceriakan suasana. Bukan hanya kembang api dalam skala besar, namun juga kembang api kecil yang mudah dinyalakan dan mudah dipegang oleh tangan. Kembang api jenis kecil ini sangat mudah untuk dimainkan oleh anak.

Sebagai orangtua, tentu kita tidak ingin membatasi keinginan anak untuk bermain dan menjadi ceria. Namun, tentunya sebagai orangtua, kita perlu mengawasi agar anak dapat tetap beraktivitas dengan aman.

Anak dapat bermain kembang api, namun tentu saja perlu diingat bahwa kembang api diproduksi oleh pabrik-pabrik skala besar yang tentu saja melibatkan ratusan atau ribuan pekerja yang biasanya bekerja menggunakan tangan dalam membuat kembang api tersebut.

Satu kembang api dapat dipegang oleh banyak tangan sehingga tentunya merupakan benda yang sangat mudah mentransmisikan kuman kepada penggunanya. Pengguna yang dimaksud dalam hal ini adalah anak-anak. Berjuta-juta kuman dari berpasang-pasang tangan pembuat kembang api dapat dengan mudah membuat anak sakit.

Oleh karena itu, setelah bermain kembang api, ingatkan anak untuk tidak langsung makan atau minum, dan menyentuh mata ataupun hidung mereka tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan tetap harus dilakukan agar anak terhindar dari masalah kesehatan, seperti infeksi pernapasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi mata.

Selain itu, Anda juga harus memastikan agar anak tidak menyentuh mata ataupun hidung pada saat mereka bermain kembang api. Pastikan juga anak tidak bermain kembang api sambil makan.

Dengan memperhatikan kebersihan tangan, anak dapat bermain apa saja yang dapat membantu perkembangan fisik dan emosionalnya tanpa mengganggu kesehatannya.

0 Komentar

Belum ada komentar