Sukses

Menopause Sebabkan Osteoporosis, Benarkah?

Menurut kabar yang beredar, menopause sebabkan osteoporosis. Benarkah demikian? Berikut info medis dari dr. Irma Rismayanty.

Menopause merupakan suatu proses degenerasi yang dialami oleh wanita secara normal. Menopause didefinisikan secara klinis sebagai suatu periode ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi karena produksi hormonnya berkurang atau berhenti. Perdarahan haid yang terakhir biasanya terjadi pada wanita di usia 40-65 tahun.

Dengan kata lain, menopause merupakan suatu fase dalam kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berhentinya masa subur.

Gejala menopause yang juga perlu diperhatikan adalah Anda akan mengalami osteoporosis atau pengeroposan tulang. Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan hilangnya jaringan tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh atau mudah terjadi patah tulang.

Bagaimana osteoporosis dikaitkan dengan menopause?

Ada hubungan langsung antara kurangnya estrogen selama perimenopause, menopause dan pengembangan osteoporosis. Menopause dini, atau menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun dan terjadi pada waktu yang lama, dimana kadar hormon rendah dan periode menstruasi tidak ada atau jarang, dapat menyebabkan hilangnya massa tulang.

Osteoporosis sering disebut sebagai “silent disease” karena pada awalnya kehilangan tulang terjadi tanpa adanya gejala yang timbul. Orang mungkin tidak tahu bahwa mereka memiliki osteoporosis sampai tulang mereka menjadi lemah dan mengalami kejadian terkilir secara tiba-tiba, bahkan hingga jatuh dan menyebabkan patah tulang atau tulang belakang menjadi bungkuk.

Faktor risiko penting untuk osteoporosis meliputi:

  • Usia

Setelah kepadatan dan kekuatan tulang tercapai maksimal, umumnya sekitar usia 30 tahun, massa tulang akan mulai menurun secara alami sejalan dengan bertambahnya usia.

  • Jenis kelamin

Wanita yang berusia diatas 50 tahun memiliki risiko terbesar terkena osteoporosis. Risiko terjadinya osteoporosis pada perempuan empat kali lebih besar dibandingkan pada pria. Hal tersebut karena wanita berkecenderungan untuk memiliki tulang yang lebih kecil dibanding pria.

Estrogen yang terdapat pada wanita memang dapat menjaga tulang, namun menurunnya jumlah estrogen karena fase menopause dapat menyebabkan struktur tulang menurun sehingga rentan untuk terjadi osteoporosis di fase menopause ini.

  • Etnis

Penelitian menunjukan bahwa wanita Kaukasia dan Asia lebih sering terkena osteoporosis.

  • Struktur tulang dan berat badan

Wanita yang mungil dan kurus memiliki risiko lebih besar terkena osteoporosis karena memiliki lebih sedikit tulang yang hilang daripada wanita yang memiliki badan lebih besar. Hal ini disebabkan karena wanita yang memiliki badan lebih besar memiliki kerangka berukuran besar juga.

  • Riwayat Penyakit

Apabila Anda memiliki riwayat patah tulang sebelumnya maka kemungkinan Anda untuk terkena osteoporosis meningkat. Selain itu, kondisi keluarga yang memiliki riwayat osteoporosis juga mampu meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu yang mungkin Anda konsumsi dalam jangka panjang, seperti steroid, dapat meningkatkan risiko terkena osteopororsis.

Yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi faktor risiko di atas adalah dengan mengonsumsi asupan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D, mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D bila perlu, olahraga secara teratur dan hindari untuk merokok ataupun mengonsumsi minuman beralkohol.

0 Komentar

Belum ada komentar