Sukses

Posisi Tidur yang Baik untuk Pemilik Migrain

Posisi tidur diyakini dapat mempengaruhi migrain yang terjadi. Lalu, bagaimana posisi tidur yang baik untuk pemilik migrain? Berikut infonya.

Posisi tidur ternyata dapat menjadi salah satu kunci mengatasi keluhan migrain. Tidur malam dan migrain memang merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Kurangnya tidur pada malam hari dapat menjadi pemicu terjadinya migrain, begitu pula sebaliknya.

Serangan migrain pada malam hari tentunya juga akan sangat mengganggu lelapnya tidur malam Anda. Gangguan tidur seperti ini tentu akan sangat mengganggu, apalagi gangguan ini kerap terjadi saat seseorang tertidur lelap, padahal tidur lelap sangatlah dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.

Pada sebuah studi yang telah dipublikasi di jurnal Headache, dikatakan dari 147 responden wanita yang mengalami migrain, tidak ada satu orang pun yang menyatakan merasa segar saat bagun pagi. Lebih dari 80% merasa kelelahan, dan semua responden pada penelitian tersebut menyampaikan keluhan terkait tidur malam yang terganggu.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan keluhan migrain Anda dan menjaga tidur malam tetap lelap adalah dengan penyesuaian posisi tidur.

Posisi tidur seperti apa yang disarankan bagi pemilik migrain?

  • Tidurlah dengan menggunakan 2 bantal untuk menyanggah kepala Anda. Bantal yang digunakan sebaiknya cukup panjang untuk dapat menopang bahu hingga kepala Anda.

Usahakan leher Anda tetap dalam posisi lurus. Leher yang tertekuk akan menyebabkan tarikan otot dan nyeri di daerah leher pada pagi harinya.

  • Beberapa sumber menyatakan bahwa perubahan posisi selama tidur yang tidak kita sadari dapat mengakibatkan tertekuknya tubuh termasuk leher. Hal ini mampu mencetuskan migrain saat pagi hari.

Untuk menghindari terjadinya hal ini, jika memungkinkan gunakanlah alas tidur yang dapat menopang tubuh secara keseluruhan, seperti “sarung tangan” sehingga menjaga tubuh tetap dalam posisi lurus sepanjang malam.

Penyebab migrain memang sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, dengan melakukan posisi tidur yang sesuai, diharapkan dapat mengurangi faktor- faktor yang dapat menjadi pencetus migrain.

Dengan lelapnya tidur seseorang, tubuh akan mampu memproduksi serotonin dan dopamine. Serotonin dan dopamine adalah dua senyawa yang berperan dalam regulasi rasa nyeri dan menstabilkan mood. Dengan optimalnya kerja senyawa tersebut, diharapkan risiko kekambuhan migrain dapat ditekan.

0 Komentar

Belum ada komentar