Sukses

Migrain di Malam Hari, Apa Sebabnya?

Migrain di malam hari memang kerap terjadi. Apa yang menjadi penyebab migrain di malam hari? Berikut info medisnya.

Migrain dan tidur malam memang dua hal yang saling berkaitan. Migrain yang terjadi pada malam hari dapat mempengaruhi tidur malam Anda, begitu pula sebaliknya.

Gangguan pola tidur malam, seperti kurangnya porsi tidur atau tidur malam yang tidak lelap, dapat menjadi pemicu terjadinya serangan migrain.

Banyak orang yang mengalami migrain, terutama yang mengalami serangan migrain di malam hari, menjadi cemas saat akan mencoba tidur. Tentu saja hal ini menjadi hambatan tersendiri untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Padahal, kurangnya tidur efektif yang dialami seseorang dapat menjadi faktor yang memperberat keluhan migrain tersebut.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan migrain terjadi pada malam hari?

Walaupun belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar sumber menyebutkan serangan migrain di malam hari berhubungan dengan pelepasan senyawa kimia tubuh pada saat tidur. Pelepasan senyawa kimia ini terjadi pada periode Rapid Eye Movement (REM). Periode REM ini berlangsung saat seseorang tidur sangat nyenyak atau tidur kurang lebih 6 jam setelah mulai terlelap.

Sampai saat ini, serangkaian penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui mekanisme terjadinya migrain di malam hari. Apakah migrain di malam hari disebabkan oleh perubahan pada senyawa kimiawi tubuh yang bekerja di area otak, karena hormon ataukah karena keduanya.

Migrain pada malam hari yang terjadi pada periode REM ini sebenarnya sangat merugikan tubuh. Tubuh membutuhkan periode REM yang berkualitas dalam tidur nyenyaknya untuk memproduksi dopamine dan serotonin, senyawa tubuh dibutuhkan untuk mengendalikan suasana hati, nafsu makan, stres dan juga nyeri.

Karenanya, bila tidur malam terganggu, produksi kedua senyawa kimia ini juga akan terpengaruh. Akibatnya, tubuh akan sulit mengendalikan nyeri maupun mood. Oleh karena itu, migrain akan sangat mudah tercetuskan.

Migrain menyebabkan tidur tidak nyenyak dan tidur tidak nyenyak memperparah migrain merupakan sebuah “lingkaran” yang dapat diputuskan dengan melakukan perubahan. Beberapa perubahan yang dapat dilakukan untuk meredakan nyeri dan mencegah kekambuhan migrain, misalnya melakukan pola hidup sehat dan pengobatan migrain yang tepat.

Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, Anda harus memiliki jadwal tidur yang tetap dengan jumlah yang cukup, yakni 7-8 jam sehari. Sebelum tidur, lakukanlah relaksasi, seperti membayangkan diri Anda berada di tempat yang menenangkan, agar gelombang otak diperlambat perlahan dan dapat benar-benar beristirahat saat Anda tertidur. 

0 Komentar

Belum ada komentar