Sukses

Posisi Tidur yang Baik untuk Pemilik Sakit Maag

Posisi tidur yang baik haruslah dilakukan oleh para pemilik sakit maag agar dapat tidur dengan nyaman. Bagaimana sebenarnya posisi tidur yang baik untuk pemilik sakit maag? Berikut ulasannya

Posisi tidur yang baik haruslah dilakukan oleh mereka yang memiliki penyakit maag. Pasalnya, para pemilik sakit maag kronis biasanya akan mengalami kesulitan tidur di malam hari karena sering terbangun akibat timbulnya gejala maag ketika mereka sedang tertidur lelap.

Salah satu gejala maag yang cukup menjengkelkan adalah rasa nyeri ulu hati dan rasa terbakar yang cukup mengganggu apabila pemilik sakit maag tersebut sedang nyenyak tertidur.

Apa yang salah dari hal tersebut? Apakah dari makanan yang kita konsumsi atau dari posisi tidur kita yang salah? Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal tersebut? Mari kita bahas hal ini satu per satu.

Apabila Anda adalah pemilik sakit maag, gejala maag biasanya sering muncul ketika Anda sedang tidur, dan hal tersebut sangatlah mengganggu tidur Anda. Penelitian menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang pemilik sakit maag akan mengalami gangguan tidur akibat gejala yang muncul di malam hari. Pemilik sakit maag tersebut akan mengalami insomnia dan mengganggu aktivitas di pagi hari karena mengantuk.

Pada penyakit refluks gastro-esofageal (GERD), pemilik sakit maag akan terbangun akibat rasa panas yang dirasakan di daerah perut atau dada. Terjadinya hal tersebut diakibatkan oleh asam lambung yang naik ke esofagus dan merusak dinding esofagus. Apabila asam lambung sampai naik ke saluran napas, maka akan memicu batuk atau bahkan rasa tersedak. Oleh karena itu, pemilik sakit maag yang mengalami hal tersebut biasanya akan langsung terbangun dari tidur nyenyaknya.

Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Anda, yang memiliki sakit maag, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, seperti memperhatikan posisi tidur Anda. Ketika Anda berada di dalam posisi duduk atau berdiri, maka gaya gravitasi akan membuat asam lambung tetap di dalam lambung. Tetapi apabila kita dalam posisi telentang, maka asam lambung akan lebih mudah naik ke arah esofagus dan mulut.  Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh para pemilik sakit maag untuk mencegah penyakit tersebut muncul di malam hari?

  • Naikkan kepala Anda sekitar 6-8 inci terhadap tempat tidur untuk mencegah asam lambung naik ke arah esofagus.
  • Jangan tidur dalam posisi telentang, terutama apabila Anda mengalami obesitas, karena tekanan yang besar dari perut akan menekan lambung Anda dan memaksa isinya untuk naik ke atas.
  • Jangan tidur dengan posisi miring ke arah kanan. Hal ini akan membuat otot pintu esofagus menjadi lemah sehingga asam lambung akan dengan mudah naik ke atas.
  • Tidurlah dengan posisi miring ke kiri. Sesuai dengan penelitian, posisi ini merupakan posisi terbaik untuk para pemilik sakit  maag.
  • Gunakanlah baju yang longgar/tidak ketat ketika tidur. Pasalnya, baju yang ketat akan menekan lambung sehingga memudahkan asam lambung naik.
  • Janganlah langsung tidur segera setelah makan. Tunggulah sekitar 3-4 jam setelah makan sebelum Anda tidur. Hal tersebut akan memberi kesempatan kepada lambung untuk mencerna makanan sehingga makanan yang Anda konsumsi akan turun ke usus dan membuat kondisi lambung menjadi kosong. Hal ini akan mengurangi kemungkinan naiknya asam lambung pada saat tidur.

Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda bisa meningkatkan kualitas tidur Anda dengan mengurangi kemungkinan munculnya gejala maag di malam hari.

0 Komentar

Belum ada komentar