Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Obat Maag?

Ibu hamil mengonsumsi obat maag, memang boleh? Temukan jawaban dari dr. Mega Putri di sini.

Pertanyaan “Bolehkah ibu hamil mengonsumsi obat maag” sepertinya merupakan pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh para ibu hamil. Pasalnya, salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan oleh ibu hamil adalah nyeri ulu hati, mual, dan muntah, yang merupakan tanda dan gejala dari penyakit maag.

Alasan mengapa ibu hamil sering mengalami gejala maag disebabkan karena pada ibu hamil, tekanan di dalam lambung menjadi lebih tinggi akibat tertekan oleh rahim yang terisi bayi.

Pada kondisi hamil tua, organ pencernaan akan lebih tertekan ke arah atas akibat kondisi bayi yang semakin besar. Selain itu, tingginya kadar hormon ketika hamil dapat memperlambat pergerakan usus dan membuat makanan lebih lama tertahan di lambung.

Di bawah ini adalah beberapa keluhan saluran pencernaan yang paling sering dikeluhkan ibu hamil dan tindakan yang bisa kita lakukan:

  • Mual dan muntah

Mual dan muntah pada kehamilan, atau istilah lainnya morning sickness, biasanya muncul di pada awal masa kehamilan. Faktor risiko terjadinya morning sickness ini adalah usia muda, kegemukan, kehamilan pertama, dan merokok. Penyebabnya masih merupakan sebuah kontroversi, namun hal yang diduga menjadi penyebab hal ini adalah faktor hormonal dan kelainan pergerakan usus.

Untuk gejala yang tidak parah, hal yang dapat dilakukan ibu hamil adalah menghindari hal-hal yang menjadi pencetus hal ini, mengubah pola makan menjadi porsi kecil, sesuai jadwal, dan mengurangi makanan berlemak. Namun, untuk gejala yang parah, ibu hamil dapat menggunakan obat antimual sesuai dengan anjuran dokter. Penggunaan obat maag seperti antasida dan vitamin B6 juga terbukti dapat mengurangi mual pada ibu hamil.

  • Penyakit Refluks Gastro-Esofageal (GERD)

Penyakit ini biasanya banyak muncul ketika seorang wanita sedang hamil. Hal yang menyebabkan GERD terjadi pada ibu hamil adalah karena terjadinya perlambatan gerakan usus dan meningkatnya tekanan perut terhadap lambung. Pada ibu hamil, tekanan dari bayi yang menekan lambung juga dapat menyebabkan penyakit ini dapat terjadi.

Yang dapat dilakukan adalah tidur dengan posisi kepala ditinggikan, hindari posisi membungkuk, makan dalam porsi kecil dan teratur, serta menghindari tidur segera setelah makan. Apabila tidak terjadi perubahan yang signifikan setelah melakukan semua hal tersebut, maka konsumsi obat maag, seperti antasida dan sukralfat dapat dikonsumsi dengan aman oleh ibu hamil untuk mengurangi gejala. Namun, penggunaan obat maag tersebut harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

  • Tukak lambung

Tukak lambung biasanya jarang ditemukan ketika kehamilan. Faktor risiko terjadinya hal ini adalah merokok, alkohol, stres, dan riwayat terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Gejala yang muncul adalah nyeri ulu hati, mual, muntah, dan rasa terbakar di daerah perut atau dada. Obat maag yang dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi hal ini adalah obat penghambat reseptor H-2, seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine. Apabila ditemukan adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori, maka terapi untuk mengatasi infeksi ini dapat dimulai setelah bayi lahir.

0 Komentar

Belum ada komentar