Sukses

Tak Perlu Jauhi Alpukat Saat Diet

Bolehkah mengonsumsi alpukat saat sedang diet? Mungkin pertanyaan ini kerap muncul pada orang-orang yang ingin menurunkan berat badan. Temukan jawaban sebenarnya di sini!

Slim & Fit

Bagi Anda yang sedang berdiet, alpukat sering kali dijauhi karena dianggap akan menyumbang banyak kalori sehingga dapat membuat diet seketika berantakan. Lemaknya banyak, itulah salah satu pertimbangan orang. Namun sebetulnya Anda tidak perlu menjauhi alpukat saat sedang diet. Berikut adalah lima alasannya yang wajib Anda ketahui:

1. Menjaga kadar kolesterol darah

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association melakukan penelitian terhadap 45 orang obesitas yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan diet rendah lemak (24% dari total kalori - 11% dari lemak tak jenuh tunggal) tanpa alpukat. Kelompok kedua melakukan diet kandungan lemak sedang (34% dari total kalori - 17% dari lemak tak jenuh tunggal) tanpa alpukat. Sedangkan kelompok ketiga melakukan diet lemak sedang (34% dari total kalori) dan juga konsumsi alpukat.

Hasilnya? Kadar LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol "jahat" pada kelompok yang mengonsumsi alpukat lebih rendah 13,5 mg/dl dibandingkan dengan kelompok pertama dan kelompok kedua. Hal ini dikarenakan kandungan lemak tak jenuh rantai tunggal yang terkandung di dalam alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

2. Menurunkan lingkar pinggang

Gantilah minyak memasak Anda dengan minyak alpukat. Minyak alpukat kaya akan asam lemak tak jenuh dan asam lemak oleat yang dapat menurunkan tumpukan lemak di perut. Berdasarkan studi yang dilakukan di Penn State University menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi 40 gram (sekitar tiga sdm) minyak tinggi oleat setiap hari selama empat minggu dapat mengurangi lemak di perut sebesar 1,6% dibandingkan dengan jenis minyak lainnya. Jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care juga menunjukkan hal yang sama, bahwa orang yang melakukan diet tinggi lemak tak jenuh rantai tunggal dapat mencegah distribusi lemak di perut.

3. Membuat kenyang lebih lama

Alpukat dinilai dapat memberikan rasa kenyang yang lama. Hal ini dikemukakan dalam studi yang dipublikasikan di Nutrition Journal, bahwa orang yang mengonsumsi 1/2 buah alpukat saat makan siang akan berkurang keinginan untuk makan lagi sesudahnya sebesar 40%. Satu alpukat (dengan berat kurang lebih 40 gram) terdiri dari 64 kalori, 6 gram lemak, 4 gram karbohidrat, 3 gram serat, dan 1 gram protein. Tak heran jika perut Anda akan langsung terasa penuh setelah makan alpukat.

4. Pendukung nutrisi dalam menurunkan berat badan

Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Nutrition Journal, disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari dapat menurunkan risiko kejadian sindrom metabolik sebanyak 50%. Selain itu, orang yang rutin mengonsumsi 1/2 buah alpukat setiap harinya dilaporkan mengalami penurunan indeks massa tubuh dan lingkar perut. Hal ini tentu juga dibarengi dengan pola makan yang sehat dan olahraga rutin.

5. Meningkatkan metabolisme

Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition membandingkan kelompok yang melakukan diet tinggi lemak jenuh (asam palmitat) dengan kelompok yang melakukan diet lemak tak jenuh rantai tunggal (asam oleat - seperti yang terdapat pada alpukat) selama tiga minggu. Kemudian diukur aktivitas fisik dan kecepatan metabolisme mereka setelah makan.

Hasilnya? Metabolisme tubuh pada kelompok yang melakukan diet asam oleat lebih tinggi 4,5% jika dibandingkan dengan kelompok yang melakukan diet asam palmitat. Jadi bagi Anda yang sedang berdiet, sebaiknya hindari makanan yang digoreng atau bersantan dan pilihlah makanan yang mengandung lemak tak jenuh rantai tunggal seperti alpukat.

0 Komentar

Belum ada komentar