Sukses

Panduan Memberikan Makanan Organik untuk Bayi

Para orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, salah satunya dengan memberikan makanan organik untuk bayi. Tapi, benarkah semua bahan makanan untuk bayi harus berlabel organik?

Bahan makanan organik saat ini sudah banyak beredar di pasaran. Dengan berlabel organik, bahan makanan tersebut menjamin keamanan bahan dasar dan tambahan yang terkandung di dalamnya.

Para orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, salah satunya dengan memberikan makanan organik untuk bayi. Tapi, benarkah semua bahan makanan untuk bayi harus berlabel organik?

Komposisi bahan dasar dan tambahan alami yang ada pada bahan makanan organik tentu mempengaruhi harga jualnya di pasaran. Biasanya bahan makanan berlabel organik dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan non-organik.

Jangan khawatir, ternyata beberapa bahan makanan yang biasa diberikan pada bayi termasuk kategori aman, sekalipun bukan bahan makanan organik. Lalu, bahan makanan apa saja yang sebaiknya dipilih dari jenis organik dan bahan makanan apa yang aman walaupun tergolong non-organik?

  1. Apel

Apel adalah buah dengan kandungan serat yang sangat baik, terutama bila dimakan bersama dengan kulitnya. Tetapi, apel sangat mudah menyimpan pestisida dan zat kimia lain yang digunakan selama penanaman dan penyimpanan. Oleh karena itu, sangat bijak bila orangtua memilih apel organik untuk buah hatinya. Apabila kesulitan untuk mendapatkan apel organik, mencuci apel di air mengalir dan menggosok kulit apel juga dapat membantu mengurangi kadar pestisida yang ada padanya.

  1. Pir

Salah satu buah yang kaya akan serat dan vitamin C adalah pir. Buah ini juga dapat membantu melancarkan buang air besar saat bayi sedang mengalami konstipasi. Namun Anda harus berhati-hati, pir mengandung residu pestisida yang sangat tinggi dibandingkan dengan buah lainnya. Sekalipun menggunakan pir organik, Anda harus mencuci bersih dan menggosok kulitnya sebelum diberikan kepada bayi.

  1. Bayam

Jika memungkinkan, pilih bayam organik untuk diberikan bayi. Bayam adalah jenis sayuran yang kaya akan berbagai kebaikan. Selain sebagai sumber protein, bayam juga tinggi akan vitamin (A, C, E, dan K), riboflavin, folat, kalsium, besi, magnesium, fosfor, potasium, dan mangan. Tetapi, di balik semua kebaikan yang dikandungnya, bayam ternyata merupakan jenis sayuran yang berpotensi tinggi menyimpan pestisida di dalamnya. Bayam organik adalah pilihan bijak untuk diberikan pada bayi Anda.

  1. Kentang dan Wortel

Kentang mengandung vitamin C, vitamin B6, potasium, mangan, dan besi yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Begitu pula dengan wortel. Pada wortel terkandung vitamin A, vitamin K, dan serat yang juga dibutuhkan. Meski demikian, proses penanaman kedua bahan makanan ini biasanya menggunakan pestisida yang tergolong tinggi. Jadi, usahakan memilih kentang dan wortel organik yang aman untuk bayi Anda.

Sebaliknya, bahan makanan berikut tergolong aman diberikan untuk bayi Anda sekalipun bukan organik:

  1. Mangga dan Pepaya

Terdapat beberapa bahan makanan yang memiliki kecenderungan sangat rendah untuk menyimpan pestisida. Sekalipun dikonsumsi beserta kulitnya, pestisida minimal yang terkandung dalam bahan makanan tersebut tidak membahayakan kesehatan orang yang mengkonsumsinya. Mangga dan pepaya adalah dua buah yang tergolong aman karena memiliki kandungan pestisida yang sangat rendah sekalipun non-organik.

  1. Brokoli

Brokoli adalah sayuran yang kaya manfaat dan mudah ditemukan. Sayur hijau ini mengandung tinggi beta-karoten, vitamin C, vitamin A, vitamin K, vitamin B6, folat, potasium, dan mangan. Banyaknya kandungan gizi yang terkandung di dalamnya sangat jauh melebihi kandungan pestisida minimal yang mungkin terkandung di dalamnya.

  1. Pisang

Pisang alalah jenis buah lokal yang sangat mudah didapat dan kaya akan vitamin c, vitamin B6, potasium, dan mangan. Bagian daging pisang relatif aman dari pestisida yang mungkin terdapat pada kulitnya. Sebelum mengonsumsi pisang, disarankan untuk mencuci dan menggosok kulit luar pisang dengan air mengalir untuk menghindari masuknya pestisida ke dalam daging pisang.

  1. Alpukat

Alpukat mengandung serat, potasium, magnesium dan folat, serta vitamin (B6, C, E, and K). Selain itu, alpukat juga kaya akan asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan bayi. Alpukat non-organik dikatakan aman untuk dikonsumsi. Cucilah kulit luar alpukat sebelum memotongnya untuk menghindari kontaminasi pestisida ke dalam daging buah.

0 Komentar

Belum ada komentar