Sukses

Cara Menyembuhkan Sesak Napas Akibat Alergi

Si Kecil mengalami sesak napas ketika ia alergi? Mungkin ia mengalami gejala asma.

Sesak napas, batuk, dan bunyi “ngik-ngik” yang muncul ketika Si Kecil mengembuskan napas, bisa jadi merupakan pertanda gejala asma. Asma yang timbul karena reaksi alergi disebut juga asma alergi.

Asma alergi dapat timbul ketika menghirup alergen, seperti debu, serbuk sari bunga, spora jamur, tungau debu rumah, bulu hewan, kecoak, dan lain-lain. Selain alergen hirup, makanan juga dapat menyebabkan asma, seperti susu, ikan, telur, kacang, gandum, dan lain-lain.

Reaksi alergi timbul ketika sistem kekebalan tubuh menganggap suatu zat yang sebenarnya tidak berbahaya, sebagai sesuatu yang membahayakan tubuh dan perlu dibasmi. Jika zat tersebut masuk ke dalam tubuh – melalui pernapasan atau pencernaan – sistem kekebalan akan meluncurkan reaksi peradangan yang berakibat kepada gejala alergi.

Penanganan Asma Alergi

Cara untuk mencegah agar asma alergi tidak kambuh adalah dengan mengenali dan menghindari alergen tersebut. Bagaimana caranya?

Pertama, catat makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil beserta jamnya. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengenali makanan penyebab asma alergi. Kedua, catat dan perhatikan aktivitas Si Kecil beserta tempatnya. Jika asma kambuh saat malam hari ketika ia berada di kamar tidur, berarti alergennya berada di ruangan tersebut.

Kecurigaan tersebut dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan uji cukit kulit dan pemeriksaan IgE spesifik darah. Si Kecil juga dapat mengikuti pemeriksaan spirometri untuk mengonfirmasi diagnosis asma.

Untuk meredakan gejala asma, dokter dapat memberikan serangkaian pengobatan, mulai dari antihistamin untuk mengatasi alergi, bronkodilator untuk melegakan pernapasan, hingga suntikan untuk mengatasi alergi dan gejala pernapasan yang berat.

Pengobatan tersebut hanya dapat mengatasi gejala, namun tidak 100% efektif dalam mencegah terjadinya kambuh. Untuk membantu agar asma alergi Si Kecil tidak kambuh, Anda harus rajin membersihkan rumah – jika alergen penyebabnya adalah alergen hirup.

Menyapu, mengepel, menyedot debu, dan mengelap seisi rumah harus dilakukan secara berkala. Jangan menunggu sampai rumah kotor atau debu menempel pada perabotan. Apalagi, rumah yang bersih juga tidak akan diminati kecoak untuk bersarang.

Anda juga dapat menggunakan penyaring udara untuk membantu menyaring debu di ruangan tempat Si Kecil sering berada. Jagalah agar kelembapan udara di rumah Anda rendah, sehingga jamur pun tidak terbentuk. Bersihkan juga saringan penyejuk udara Anda dari debu dan jamur secara berkala.

Jika Anda memelihara hewan peliharaan, jangan membawanya ke dalam rumah. Meskipun demikian, memang lebih ideal untuk tidak memelihara hewan sama sekali jika Si Kecil alergi bulu hewan.

0 Komentar

Belum ada komentar