Sukses

Bolehkah Memvaksinasi Si Kecil yang Sakit?

Vaksinasi sangatlah penting untuk anak-anak. Namun ketika Si Kecil sakit, orangtua biasanya menjadi ragu untuk memberikan vaksin.

KlikDokter.com – Vaksinasi wajib dilakukan agar Si Kecil terhindar dari penyakit. Lantas, bagaimana jika ia sedang sakit? Perlukah vaksinasi dilakukan meski kesehatannya sedang tidak prima?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, seorang anak masih bisa mendapat vaksinasi jika ia mengalami demam ringan (kurang dari 101 derajat), batuk, infeksi telinga, dan diare ringan. Karena itu, Anda tidak perlu membatalkan vaksinasi untuknya, bahkan seorang anak sebaiknya mendapatkan vaksinasi tepat waktu.

Vaksinasi tidak akan memperburuk penyakit ringan yang sudah diderita Si Kecil. Mengapa demikian? Vaksin mengandung antigen yang biasa menimbulkan penyakit, namun antigen dalam vaksin sudah dibuat sangat lemah. Sehingga, ketika vaksin disuntikkan ke dalam jaringan lemak atau otot, antigen yang terkandung di dalamnya tidak akan cukup kuat untuk menimbulkan gejala penyakit, namun cukup untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi.

Apabila Si Kecil mengalami demam dan rasa nyeri pada bagian yang disuntik selama satu-dua hari setelah vaksinasi, berikan acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi sakitnya. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter mengenai dosisnya, terutama jika Si Kecil berusia kurang dari 6 bulan.

Selain vaksinasi, memperhatikan gizi dalam makanan Si Kecil juga penting dan tidak boleh dilupakan. Pada jam makan, sajikan makanan yang berasal dari berbagai sumber – biji-bijian, sayuran, buah, daging, dan susu. Dengan menu yang lengkap dan bernutrisi, perkembangannya pun akan berjalan secara lebih optimal.

Sementara untuk camilan, pilihlah kudapan yang sehat seperti biskuit buah-buahan. Biskuit ini dapat dihidangkan sesuai selera, baik dengan aneka sari buah, susu, atau air matang hangat. Jangan diberikan dalam botol susu. Ketika Si Kecil sudah siap untuk makan sendiri, maka berikan sekeping biskuit bayi secara utuh. Pilihlah biskuit bayi yang mudah larut, memiliki nutrisi lengkap, dan bertekstur pori-pori, yang juga dapat membantu menstimulasi pertumbuhan giginya.

Milna memiliki rangkaian produk yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi usia 6 bulan hingga 12 bulan, yang terdiri dari:

1. Milna Biskuit Bayi (Untuk usia 6 bulan ke atas)

Keunggulan:

Kalsium untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi

Vitamin C & E berperan sebagai antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Zat besi merupakan mineral penting untuk pembentukan sel otak

11 vitamin & 5 mineral untuk menunjang pertumbuhan

2. Milna Bubur Bayi (Untuk usia 6 bulan ke atas)

Keunggulan:

Omega 3 & 6 untuk mengoptimalkan perkembangan otak

Kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi

Zat besi merupakan mineral penting untuk pembentukan sel otak

12 vitamin & 10 mineral untuk menunjang pertumbuhan

3. Milna Toddler Biscuit (Untuk usia 12 bulan ke atas)

Biskuit yang diperkaya dengan kalsium dan DHA untuk menunjang kecerdasan Si Kecil. Terdiri dari dua rasa, yakni keju dan cokelat.

4. Milna Toddler Instant Pudding (Untuk usia 12 bulan ke atas)

Puding instan bergizi yang tinggi kalsium dan tanpa bahan pengawet. Tersedia dalam rasa cokelat dan stroberi.

0 Komentar

Belum ada komentar