Sukses

8 Jenis Kecerdasan Majemuk Si Kecil yang Perlu Diasah

Kenali 8 kecerdasan majemuk pada Si Kecil untuk membantunya tumbuh menjadi anak generasi multitalenta!

KlikDokter.com - Selama ini Bunda dan Ayah telah mengetahui tentang tiga kecerdasan dasar, yaitu kecerdasan visual, auditori, dan kinestetik. Namun dewasa ini, dunia pendidikan telah mengalami perkembangan pesat dengan ditemukannya teori tentang kecerdasan majemuk oleh Profesor Howard Gardner dari Universitas Harvard.

Menurut Profesor Gardner, kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menciptakan sesuatu. Beliau mengembangkan konsep 8 kecerdasan majemuk. Kecerdasan anak tersebut adalah:

Kecerdasan linguistik

Tipe kecerdasan anak ini menitikberatkan kepada kemampuan penggunaan bahasa melalui aktivitas membaca, menulis, dan bicara. Si Kecil yang memiliki kecerdasan ini sangat menonjol dalam bermain kata, mengarang cerita dan puisi, berpidato, serta gemar terlibat dalam diskusi maupun debat.

Kecerdasan Logika-Matematik

Kecerdasan anak jenis ini berhubungan dengan angka, matematika, dan logika untuk memahami berbagai pola yang terjadi dalam kehidupan. Pola tersebut antara lain pola pikir, pola angka, pola visual, pola warna, dan lain-lain. Anak yang menonjol dalam kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah, senang bermain puzzle atau teka-teki, senang melakukan eksperimen, senang menanyakan berbagai pertanyaan, dan mahir menganalisa orang lain.

Kecerdasan Visual Spasial

Jenis kecerdasan anak ini berhubungan dengan bentuk, gambar, pola, warna, desain, dan tekstur yang dapat dilihat dengan mata. Si Kecil yang menonjol dalam bidang ini umumnya mahir menggambar, melukis, membuat figur dengan tanah liat, serta mengolah kertas dan kain. Ia juga mahir membaca peta, membayangkan bangun ruang, dan visualisasi benda.

Kecerdasan Kinestetik

Anak yang memiliki kecerdasan ini umumnya menonjol dalam bidang olahraga dan aktivitas fisik lainnya, seperti menari, mengendarai sepeda, mobil, menjaga keseimbangan tubuh, dan lain-lain.

Mereka dapat mengekspresikan diri dengan baik melalui bahasa tubuh, dapat mencontoh gerakan dengan cepat, senang melakukan permainan yang memerlukan keterampilan fisik. Anak seperti ini akan cenderung mudah bosan dan mudah terdistraksi jika ia tidak berperan langsung dalam aktivitas tertentu.

Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan anak jenis ini adalah kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain – terutama teman dan rekan kerja. Anak dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan berkomunikasi yang efektif, kemampuan sosial yang baik, memiliki banyak teman, senang bekerja dalam tim, memiliki empati yang baik terhadap orang lain. Si Kecil juga memiliki kemampuan yang baik dalam mediasi konflik.

Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan anak ini memungkinkan Si Kecil untuk mengintrospeksi diri sendiri mengenai makna dan tujuan hidup, kepercayaan, emosi, dan spiritualitas diri sendiri.

Anak yang memiliki kecerdasan ini umumnya lebih nyaman bekerja sendiri, terkadang memiliki waktu untuk menyendiri dari orang banyak, mawas diri, memiliki kreativitas, serta kebijaksanaan. Si Kecil memiliki kemauan yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka pun cenderung dapat memotivasi diri sendiri tanpa bantuan atau dorongan dari pihak luar. Tidak jarang, banyak teman menjadikan anak yang memiliki kecerdasan ini sebagai tempat untuk berkonsultasi.

Kecerdasan Naturalis

Anak dengan tipe kecerdasan ini sangat tertarik dan menghargai segala sesuatu yang berhubungan dengan alam, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, lingkungan, cuaca, dan lain-lain.

Si Kecil lebih menyukai kegiatan di luar ruangan, senang mengoleksi benda-benda yang berhubungan dengan alam seperti daun, serangga, kulit kerang, serta senang memelihara hewan.

Kecerdasan Musikal

Tipe kecerdasan anak ini menekankan pada kemampuan untuk mengenali nada, vibrasi, bunyi, dan ketukan. Si Kecil yang menonjol dalam bidang ini menyukai musik dan suara-suara alam, seperti bunyi serangga, suara air, bunyi hujan, dan lain-lain. Oleh karena itu, Bunda dan Ayah dapat menstimulasinya dengan cara mendengarkan musik, menyanyi, dan menari bersama Si Kecil.  

Karena stimulasi merupakan cara efektif untuk memaksimalkan perkembangan Si Kecil, maka setiap kecerdasan di atas harus diperkenalkan sejak dini dalam porsi yang sama. Hal ini dimaksudkan agar Si Kecil memiliki kesempatan untuk menggali semua potensinya. Jadi, Bunda dan Ayah, ayo maksimalkan masa ini dengan sebaik-baiknya!

0 Komentar

Belum ada komentar