Sukses

Stimulasi yang Tepat untuk Perkembangan Anak

Anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan usianya untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

KlikDokter.com - Anak yang aktif dan cerdas tidak hanya memerlukan nutrisi yang lengkap dan seimbang, tetapi juga stimulasi yang tepat dari lingkungannya. Sebagai orangtua yang paling memahami dan mengikuti perkembangan anak, Andalah orang yang paling tepat untuk memberikan stimulasi tersebut.

Stimulasi untuk tumbuh kembang Si Kecil tidak boleh asal diberikan. Bunda perlu mengetahui tahapan perkembangan anak, di mana stimulasinya akan disesuaikan dengan hal tersebut.

Bayi yang masih kecil (usia 0-3 bulan) memang masih tidak terlalu aktif. Meskipun demikian, Bunda sudah mulai dapat memberikan stimulasi dengan mengekspresikan kasih sayang dengan memeluk, menggendong, menatap matanya, tersenyum, dan mengajaknya bicara.

Musik lembut, mainan berbunyi, serta boneka warna-warni yang digantung di atas tempat tidurnya pun dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.

Bayi usia 3-6 bulan umumnya sudah dapat dirangsang untuk miring-miring dan tengkurap. Ia pun akan terkesima melihat wajahnya di cermin yang menjadi benda favoritnya. Pada tahap ini, Bunda pun sudah dapat mengajaknya bermain cilukba.

Ketika Si Kecil sudah menginjak usia 6-9 bulan, Bunda dapat mulai mengajarkannya duduk dan berdiri berpegangan. Si Kecil pun dapat berlatih bersalaman dan bertepuk tangan. Selain itu, ia sudah dapat didongengkan cerita singkat sebelum tidur.

Saat usia 9-12 bulan, selain dilatih untuk semakin mengenal namanya sendiri, anak juga makin diperkenalkan dan diajarkan untuk memanggil anggota keluarga seperti mama, papa, kakak, nenek, dan kakek. Si Kecil dapat dilatih berdiri dan berjalan sambil berpegangan.

Pada tahap perkembangan ini, ia dapat dilatih untuk minum dari gelas, memasukkan mainan kembali ke tempatnya, serta menggelindingkan bola.

Si Kecil dapat diajak untuk menyusun balok, lego, atau puzzle sederhana ketika ia sudah berusia 12-18 bulan. Ia juga sudah mulai dapat diajarkan memegang sendok garpu, memegang pensil untuk mencoret-coret kertas, memasukkan dan mengeluarkan benda ke wadahnya, juga bermain boneka.

Pada tahap ini, rata-rata anak sudah dapat berjalan tanpa berpegangan lagi. Ajari ia untuk menaiki tangga, mengerti dan melakukan perintah sederhana, serta menyebutkan dan menunjuk benda-benda.

Di usia 18-24 bulan Si Kecil dapat diajarkan bagian-bagian tubuh seperti mata, hidung, mulut, dan telinga. Dengan perbendaharaan kata yang semakin banyak, ia juga sudah dapat menghafal beberapa nama binatang dan benda-benda sederhana. Anak juga dapat dilatih untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, mencuci tangan, memakai sepatu, melepas baju, dan lain-lain.

Perkembangan anak di usia 2-3 tahun akan semakin kompleks. Ia setidaknya sudah memiliki perbendaharaan 50 kata dan dapat membuat kalimat yang terdiri dari tiga kata. Ia juga dapat menemukan benda yang disembunyikan, berlari, menendang bola, dan naik turun tangga sendiri.

Si Kecil dapat dilatih menyebutkan nama-nama warna, menyebutkan nama-nama teman, menyikat gigi, menggambar bentuk, dan buang air di toilet.

Ketika menginjak 3 tahun, anak mulai distimulasi untuk mempersiapkan diri memasuki masa sekolah, seperti memegang pensil dengan benar, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, dapat mengerti dan melakukan perintah sederhana. Kemandirian dan berbagi dengan teman juga sangatlah penting untuk dibina dalam tahap ini.

0 Komentar

Belum ada komentar