Sukses

5 Kiat Agar Tulang Anak Kuat

Tulang yang kuat akan melindungi anak dari berbagai penyakit.

KlikDokter.com - Tulang yang kuat dan sehat tentu akan membuat anak lebih energik dan produktif dalam menjalankan aktivitasnya. Untuk itu, salah satu asupan yang ia butuhkan untuk pertumbuhannya adalah nutrisi untuk pertumbuhan tulang. Apalagi tulang akan terus berkembang dan mencapai puncaknya sampai anak berusia 18-25 tahun.

Berikut adalah beberapa kiat untuk menjaga tulang anak Anda tetap kuat:

  1. Asupan nutrisi untuk tulang sehat

Penuhi kebutuhan gizinya dengan karbohidrat (kentang, nasi, roti), protein (ikan, daging, telur, kacang-kacangan), produk olahan susu (susu, keju, yoghurt), serta sayur dan buah setidaknya 5 potong setiap hari.

  1. Asupan kalsium

Asupan kalsium sangat dibutuhkan oleh anak saat masa pertumbuhan, terutama pada masa pubertas (11-15 tahun untuk anak perempuan dan 12-16 tahun untuk anak laki-laki). Jumlah kalsium yang dibutuhkan untuk anak adalah 800-1000 mg.

  1. Asupan vitamin D

Vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu penyerapan kalsium. Vitamin D didapatkan dari sinar matahari, selain itu bisa diperoleh dari asupan makanan yang mengandung vitamin D seperti minyak ikan, telur, ataupun serealia.

  1. Melakukan aktivitas fisik

Anak usia 5 sampai 18 tahun disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap harinya. Kegiatan itu dapat dilakukan dengan cara bersepeda atau aktivitas di taman bermain.

  1. Mengurangi asupan minuman soda berbasis kola

Penelitian yang dilakukan di Tuft University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa perempuan yang mengonsumsi minuman soda berbasis kola selama 3 kali atau lebih dalam sehari mengalami penurunan angka kepadatan massa tulang pada daerah pinggang.

Zat phosphoric acid di dalam minuman kola diduga dapat menurunkan kandungan kepadatan tulang. Biang keladi lainnya adalah zat kafein, yang diketahui dapat mengganggu penyerapan kalsium. Kola berkafein maupun kola nonkafein sama-sama dikaitkan dengan rendahnya kepadatan tulang seseorang. Namun, minuman berkafein dinilai lebih dapat menimbulkan kerusakan.

Sementara itu, mereka yang mengonsumsi soda nonkola dikatakan tidak memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah.

0 Komentar

Belum ada komentar