Sukses

Si Kecil Flu Atau Alergi?

Bagaimana cara membedakan flu atau alergi, jika keduanya sama-sama menyerang pernapasan?

KlikDokter.com - Flu dan alergi sama-sama menimbulkan gejala pernapasan seperti bersin, batuk, serta hidung meler atau tersumbat. Walaupun gejalanya mirip, namun tetap ada perbedaan di antara kedua penyakit tersebut.

Flu disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, flu dapat menular kepada orang lain melalui droplet (partikel air) jika tidak menutup mulut dengan benar ketika batuk ataupun bersin.

Selain sama-sama memiliki gejala seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, pada flu juga bisa terdapat gejala demam, nyeri otot dan sendi, lemas dan cepat lelah, nyeri menelan, dan demam. Sementara itu, pada alergi tidak terdapat gejala demikian.

Flu umumnya akan sembuh dengan sendirinya dan paling lama bertahan di dalam tubuh selama 14 hari. Jika Si Kecil mengalami gejala pernapasan selama lebih dari 2 minggu, kemungkinan ia memiliki alergi pernapasan.  

Flu dapat diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan simtomatik yang dijual bebas, seperti obat batuk, pilek, antiradang, demam, dan lain-lain. Karena penyebabnya adalah virus, flu tidak perlu diobati dengan antibiotik, kecuali jika sudah ditumpangi dengan infeksi sekunder oleh bakteri.

Sementara itu, alergi tidaklah disebabkan oleh infeksi, melainkan karena reaksi yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh kita terhadap suatu zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat tersebut dapat berupa makanan, debu, serbuk sari bunga, dan lain-lain. Karena reaksi sistem kekebalan tubuh ini, terjadilah peradangan yang pada akhirnya menimbulkan gejala alergi.

Karena bukan berasal dari infeksi, maka alergi tidak menular. Si Kecil yang memiliki alergi cenderung memiliki bakat bawaan dari keluarga (genetik). Mereka biasanya mempunyai orangtua atau saudara kandung yang juga memiliki alergi.

Selama pencetus alergi belum diketahui dan masih terpapar oleh alergen tersebut, gejala alergi akan terus ada. Obat antialergi hanya dapat menghilangkan gejala untuk sementara saja. Jika Si Kecil terpapar lagi dengan pencetus, reaksi akan timbul kembali.

Oleh karena itu, pengenalan dan penghindaran pencetus merupakan cara utama agar alergi tidak atau jarang kambuh. Perhatikan kapan reaksi alergi tersebut muncul. Apakah setelah mengonsumsi makanan tertentu, apakah setiap malam dan pagi hari ketika berada di tempat tidur, dan lain-lain.

Tes alergi dapat membantu mengetahui pencetus, sehingga Si Kecil dapat menghindari alergen tersebut sekaligus meminimalisasi kambuhnya alergi.

Dengan mengetahui apakah Si Kecil mengalami flu atau alergi, tentu dapat membantu Anda untuk memilih obat yang tepat, sehingga gejala bisa lebih cepat reda. Jadi, apakah sekarang Anda sudah dapat membedakan flu atau alergi?

0 Komentar

Belum ada komentar