Sukses

Siapa Saja yang Memerlukan Suplemen Zat Besi?

Suplemen zat besi dipercaya mampu menjadi alternatif bagi mereka yang membutuhkan asupan zat besi tambahan. Namun, siapa saja yang memerlukan suplemen zat besi tersebut? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Zat besi ada di setiap sel jaringan tubuh manusia dan memiliki fungsi vital. Fungsi vital zat besi misalnya mengikat oksigen dari organ paru-paru dalam bentuk protein hemoglobin, menjadi media transportasi bagi elektron-elektron dalam sel aktif serta memfasilitasi penggunaan dan penyimpanan oksigen dalam jaringan otot.

Dalam dunia medis, zat besi sering dipergunakan sebagai terapi penyembuhan untuk mengatasi gejala anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi yang umum terjadi. Suplemen zat besi juga sering ditambahkan dalam asupan beberapa orang yang sangat membutuhkan zat besi lebih banyak dibandingkan dengan orang pada kondisi normal. Beberapa orang yang membutuhkan suplemen zat besi tersebut misalnya:

1. Ibu hamil

Bila kekurangan zat besi terjadi pada masa kehamilan maka akan meningkatkan risiko perinatal serta mortalitas bayi. Oleh karena itu, suplemen zat besi mungkin dibutuhkan beberapa ibu hamil.

2. Wanita dengan periode mestruasi yang lama

Kekurangan zat besi paling umum terjadi pada perempuan saat mengalami menstruasi, terutama jika tergolong menstruasi berat. Padahal zat besi sangat penting untuk mempertahankan warna merah pada darah dan menjaga fungsi-fungsi organ yang ada di tubuh agar tetap bekerja secara optimal. Zat besi merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sel darah merah. Zat besi akan membuat hemoglobin substansi yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke jaringan yang ada di tubuh. Oleh karena itu, wanita dengan menstruasi berat mungkin juga membutuhkan suplemen zat besi.

3. Pasien penyakit ginjal

Penyakit ginjal kronis secara garis besar adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fugsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Anemia sering terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal kronis. Sekitar 80-90% pasien penyakit ginjal kronis mengalami anemia. Anemia pada penyakit ginjal kronis disebabkan oleh defisiensi eritropoietin. Anemia ini bisa diatasi dengan penambahan zat besi. Karenanya, pasien anemia karena ginjal kronis memerlukan asupan suplemen zat besi.

4. Pasien Kemoterapi

Kemoterapi akan menurunkan jumlah sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Jika jumlahnya berkurang, tubuh akan kekurangan oksigen dan anemia pun tak bisa terelakkan. Zat besi dapat membantu mengatasi anemia pada penderita yang melakukan kemoterapi. Oleh karena itu, pemberian suplemen zat besi mungkin diperlukan agar kebutuhan zat besi dapat terpenuhi.

5. Bayi dan Anak-anak

Fungsi zat besi yang paling penting adalah membantu perkembangan sistem saraf. Zat besi diperlukan dalam proses mielinisasi, neurotransmitter, dendritogenesis dan metabolisme saraf. Kekurangan zat besi sangat mempengaruhi fungsi kognitif, tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi. 

6. Penderita defisiensi vitamin A

Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang membantu proses pelepasan simpanan zat besi dalam tubuh.

7. Remaja

Besi merupakan sumber energi bagi otot yang mempengaruhi ketahanan fisik dan kemampuan bekerja, terutama pada remaja.

8. Orang yang melakukan banyak kegiatan

Meningkatnya kegiatan dan aktivitas fisik serta kurangnya istirahat membuat tubuh menjadi kelelahan. Hal tersebut dapat memicu terjadinya penurunan kadar hemoglobin dalam darah. Oleh karena itu, seseorang dengan kondisi seperti ini membutuhkan asupan suplemen zat besi.

0 Komentar

Belum ada komentar