Sukses

6 Mitos dan Fakta Tentang Alergi Makanan

Kenali mitos dan fakta tentang alergi makanan berikut ini.

KlikDokter.com – Akhir-akhir ini semakin banyak orang di dunia yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu, terutama anak-anak. Makanan yang “terdakwa” sebagai penyebab alergi antara lain susu sapi, makanan laut, kacang, telur, dan lain-lain.

Berikut adalah mitos dan fakta seputar alergi makanan yang perlu diketahui oleh para orangtua:

1. Alergi makanan tidak berbahaya

Salah. Ada beberapa derajat keparahan alergi makanan, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Gejala alergi dapat berupa ruam merah atau bentol gatal di kulit, bengkak pada mata dan bibir, sesak napas, pingsan, hingga menyebabkan kematian. Untuk menghindari gejala yang berat, pantanglah makanan yang telah dipastikan oleh dokter menyebabkan alergi.

2. Alergi makanan dan intoleransi makanan adalah hal yang berbeda

Benar. Alergi makanan disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan gejala alergi. Gejala alergi tersebut dapat melibatkan sistem pencernaan, pernapasan, dan kulit. Sementara itu, intoleransi makanan hanya disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pencernaan “mengolah” makanan – biasanya disebabkan oleh kekurangan enzim pencernaan. Oleh karena itu, gejala intoleransi hanya sebatas pada gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut, mual, dan lain-lain.

3. Semua anak yang memiliki alergi makanan akan terus mengalaminya seumur hidup

Salah. Sebagian besar anak yang mengalami alergi makanan seperti alergi susu sapi, telur, soya, dan gandum, umumnya akan sembuh ketika mereka berusia tiga tahun. Namun demikian, ada sebagian kecil dari anak-anak tersebut yang akan terus memiliki alergi terhadap makanan tertentu hingga dewasa.

4. Semua anak yang alergi telur tidak boleh diimunisasi influenza

Salah. Dalam vaksin influenza memang terdapat sedikit kandungan telur. Namun American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology mengonfirmasi bahwa anak yang memiliki gejala alergi yang ringan-sedang masih boleh mendapatkan vaksin tersebut. Meski demikian, telah tersedia jenis vaksin influenza yang tidak mengandung telur untuk pilihan yang lebih aman.

5. Wanita hamil dan menyusui harus memantang berbagai jenis makanan yang dicurigai menyebabkan alergi

Salah. American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa ibu hamil dan menyusui tidak perlu memantang makanan tertentu jika belum terbukti benar-benar menyebabkan alergi pada anak. Menghindari berbagai jenis makanan yang belum terbukti menyebabkan alergi dikhawatirkan dapat membuat ibu hamil dan menyusui kekurangan gizi.

6. Orangtua tidak perlu menunda pemberian makanan yang sering dikhawatirkan menyebabkan alergi

Benar. American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa pemberian makanan seperti telur, susu sapi, kacang, dan ikan masih aman jika Si Kecil belum dipastikan memiliki alergi terhadap makanan tersebut. Pembatasan berbagai makanan tanpa kepastian yang jelas malah berisiko mengurangi gizi yang seharusnya didapatkan oleh anak.

0 Komentar

Belum ada komentar