Sukses

Menangani Alergi Kacang pada Si Kecil

Alergi kacang umum terjadi pada tahun-tahun awal kehidupan Si Kecil. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

KlikDokter.com - Kacang adalah komponen yang sering ditemukan dalam berbagai macam makanan, termasuk makanan Indonesia. Sayangnya, sebuah studi menunjukkan bahwa penderita alergi kacang telah meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Tak terkecuali di Indonesia, semakin hari semakin banyak ibu yang mengeluhkan anaknya memiliki alergi makanan. Apalagi jika anaknya sudah sulit makan, makanan yang dapat dimakan oleh si anak pasti semakin terbatas.

Alergi kacang dapat menyebabkan gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan-sedang – seperti bersin-bersin, biduran, ruam merah gatal di kulit, mata dan bibir bengkak, diare, mual muntah, nyeri perut, sesak napas – hingga yang berat seperti reaksi anafilaksis. Reaksi yang berpotensi mengancam jiwa ini dapat menyebabkan sumbatan jalan napas akibat pembengkakan pita suara, penurunan drastis tekanan darah, pingsan, hingga kematian.

Pada anak yang memiliki alergi ringan, konsumsi kacang yang banyak baru dapat menimbulkan gejala alergi. Namun pada anak yang memiliki alergi berat, sedikit kacang saja sudah dapat menimbulkan reaksi yang cukup parah. Umumnya kacang dapat menimbulkan alergi jika tertelan dari makanan. Namun, menghirup partikel kacang juga dapat menimbulkan alergi pada sebagian orang.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki alergi kacang, yakni:

  • Kebanyakan yang memiliki alergi kacang adalah bayi dan anak. Semakin besar usianya, sebagian besar anak akan terbebas sendiri dari alergi kacang ini – namun tetap ada sebagian kecil anak yang akan membawanya hingga dewasa.
  • Risiko meningkat jika anak memiliki alergi terhadap makanan lain, debu, dan lain-lain.
  • Anak memiliki orangtua, saudara, atau kerabat yang memiliki alergi makanan juga.
  • Anak memiliki jenis alergi lain seperti dermatitis atopik, asma, atau rinitis alergi.

Jika Anda ingin memastikan apakah Si Kecil alergi kacang atau tidak, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti:

  • Catatan harian makanan

Catatlah jenis makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil setiap harinya, beserta jamnya. Jika memungkinankan, catat pula kandungan bahan yang ada di dalam makanan tersebut untuk memudahkan.

  • Diet eliminasi

Hilangkan kacang dari menu makanan sehari-hari Si Kecil selama satu hingga dua minggu. Setelah itu, berikan kembali kacang kepadanya. Jika alergi muncul, berarti terbukti ia alergi kacang. Jika tidak ada reaksi alergi yang timbul, kemungkinan ia alergi terhadap bahan makanan lain.

Jangan ragu untuk segera membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan segera. Selain memberikan obat untuk meredakan gejala alerginya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan berikut untuk menemukan penyebab alergi Si Kecil:

  • Uji kulit

Sejumlah kecil ekstrak dari berbagai zat akan dicukitkan ke kulit. Jika timbul gejala alergi, akan timbul bentol atau kemerahan pada kulit.

  • Pemeriksaan darah

Darah Si Kecil akan diambil untuk memeriksa imunoglobulin E, baik total maupun spesifik – agar diketahui seberapa besar bakat alerginya.

0 Komentar

Belum ada komentar