Sukses

Otot yang Tidak Dilatih Bisa Jadi Lemak, Mitos atau Fakta?

Benarkah otot yang tidak dilatih bisa berubah menjadi lemak? Berikut ulasannya.

KlikDokter.com - Pernahkah Anda mendengar kabar bahwa otot yang tidak dilatih dapat berubah menjadi lemak? Benarkah demikian? Lalu, bagaimana cara mempertahankan otot yang sudah terbentuk? Berikut pembahasannya.

Otot berubah menjadi lemak, benarkah?

Otot manusia tidak dapat berubah menjadi lemak. Otot manusia menjadi besar dengan rangsangan kerja yang terus menerus. Jika Anda melakukan olahraga secara rutin, khususnya olahraga beban, maka otot Anda dapat bertambah besar dari segi ukuran. Namun jika rangsangan ini berhenti, maka pembesaran otot juga akan berhenti.

Lalu, jika rangsangan pada otot berhenti, apakah otot tersebut akan berubah menjadi lemak? Jawabannya adalah tidak. Namun otot yang sudah dilatih akan menyusut ukurannya dan jika Anda tidak menjaga pola makan Anda, maka jaringan lemak akan bertambah banyak. Hal inilah yang yang menyebabkan banyak orang berpendapat bahwa otot manusia dapat berubah menjadi lemak. Padahal penyusutan massa otot dan pertambahan lemaklah yang menyebabkan hal ini dapat terjadi.

Bagaimana cara mempertahankan otot yang sudah dibentuk?

Jika Anda sudah memiliki bentuk otot yang Anda inginkan, maka satu-satunya cara untuk mempertahankan bentuk otot Anda adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga untuk mempertahankan bentuk otot adalah olahraga beban dengan intensitas yang pendek namun menggunakan beban yang berat. Selain itu, mengonsumsi makanan kaya protein juga diperlukan, karena protein merupakan bahan baku pembentukan otot.

Bagaimana cara mengoptimalkan pembentukan otot?

Selain melakukan usaha untuk membuat otot Anda terbentuk seperti olahraga beban, usaha untuk membakar lemak juga diperlukan untuk lebih terlihatnya kontur otot Anda jika Anda menginginkan otot Anda terbentuk dengan baik. Karenanya, terdapat beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk dapat membakar lemak secara optimal, seperti:

  • Kurangi makanan tinggi karbohidrat seperti nasi dan roti. Gunakan kentang, beras merah dan roti gandum.
  • Kurangi makanan dengan kadar lemak tinggi, seperti ayam goreng, kentang goreng dan makanan lain dengan kadar lemak jenuh yang tinggi.
  • Olahraga aerobik, seperti berlari selama 30 menit dengan frekuensi 5 kali dalam seminggu.

0 Komentar

Belum ada komentar