Sukses

Seberapa Berbahaya Makanan Olahan bagi Tubuh?

Makanan olahan memang praktis untuk dibuat, namun ancamannya terhadap kesehatan sama sekali tidak “praktis”. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

KlikDokter.com – Coba Anda hitung, berapa banyak makanan olahan yang tersebar di dapur dan kulkas Anda? Makanan olahan memang dapat menghemat waktu Anda di dapur, namun jenis makanan ini, jika dikonsumsi secara rutin, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi tubuh Anda.

Pengawet buatan yang digunakan dalam banyak makanan olahan diteliti dapat meningkatkan risiko inflammatory bowl disease (IBD/radang usus) dan gangguan metabolisme.

Dalam percobaan terhadap sejumlah tikus, peneliti menemukan zat pengemulsi, yaitu zat yang digunakan untuk memperbaiki tekstur makanan dan memperpanjang umur penyimpanan, bisa mengubah komposisi bakteri yang ada pada saluran pencernaan.

Hal tersebut dapat menyebabkan peradangan yang berkontribusi terhadap perkembangan IBD dan sejumlah gangguan metabolisme. IBD -- yang mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulserativa -- telah mempengaruhi jutaan orang dan sering kali melemahkan kondisi dari penderitanya. Kualitas hidup mereka pun jadi terganggu.

Benoit Chassaing dari Institute for Biomedical Sciences di Georgia State University mengatakan bahwa peningkatan penyakit akibat makanan olahan terjadi secara signifikan. Ia juga menjelaskan bahwa makanan olahan berinteraksi erat dengan perubahan mikrobiota (saluran pencernaan), yang dapat membuat bakteri usus lebih berisiko mengalami peradangan.

0 Komentar

Belum ada komentar