Sukses

Lindungi Anak dari Zat Pemicu Alergi

Banyak sekali zat di sekitar Anda yang dapat menimbulkan alergi pada anak. Kenali dan cegah dengan tepat!

KlikDokter.com - Alergen adalah zat yang dapat mencetuskan timbulnya reaksi alergi pada individu yang rentan. Dalam lingkungan hidup sehari-hari, alergen dapat ditemukan di mana saja. Pada anak-anak yang memiliki ‘bakat’ alergi, maka alergen-alergen tersebut merupakan sebuah ancaman yang harus dikenali dan dihindari. Penghindaran (avoidance) merupakan tata laksana yang utama pada anak dengan alergi, bahkan lebih penting daripada pemberian obat-obatan antialergi.

Terdapat dua kelompok besar alergen, yaitu alergen makanan dan alergen non-makanan.

Apa saja yang termasuk alergen makanan?

  • Susu sapi
  • Ikan laut dan semua makanan yang dari laut (udang, kepiting, kerang, dll)
  • Kacang tanah
  • Telur
  • Cokelat

Sedangkan yang termasuk alergen nonmakanan, di antaranya:

  • Tungau debu rumah
  • Serbuk sari rumput, bunga, dan tanaman
  • Lumut/ tempat lembap
  • Obat-obatan
  • Bulu, urine, dan air  liur binatang
  • Kecoak

Dengan mengetahui jenis-jenis alergen, maka terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melindungi anak dari paparan zat alergen. Karena setiap anak rentan pada alergen yang berbeda-beda, maka penghindaran alergen bersifat individual, yang artinya pada masing-masing anak berbeda tergantung zat apa yang menimbulkan alergi pada anak tersebut. Inilah beberapa kiat untuk melindungi anak dari paparan alergen:

  1. Hindari konsumsi makanan alergen atau makanan yang mengandung zat alergen, misalnya keju yang mengandung susu sapi
  2. Bila pada anak terdapat riwayat alergi obat, hati-hati dalam mengonsumsi obat. Setiap kali meminum obat baru, pantau munculnya tanda dan gejala alergi pada anak sampai 2 jam setelah minum obat
  3. Sebisa mungkin tidak menggunakan karpet atau furnitur yang dapat “menyimpan” debu, misalnya yang terbuat dari bahan bulu atau kain. Jika terdapat karpet atau furnitur yang demikian, bersihkan secara rutin dari debu atau bulu binatang dengan menggunakan vacuum cleaner
  4. Cuci gorden secara rutin, kira-kira 1 minggu sekali
  5. Hindari alat tidur yang terbuat dari kapuk. Buang kasur, bantal, dan guling yang sudah tua
  6. Jangan memelihara hewan berbulu, terutama di dalam rumah
  7. Pada pengaturan air conditioner (AC), hindari kelembapan yang tinggi dan temperatur yang terlalu panas atau terlalu dingin

Jauhkan anak dari asap rokok, asap mobil, pabrik, dan obat nyamuk. Hal-hal ini bukan merupakan alergen melainkan polutan, namun paparan dengan polutan merupakan faktor risiko terjadinya reaksi alergi

0 Komentar

Belum ada komentar