Sukses

Kamar Tidur Si Kecil Bisa Menjadi Sumber Alergi

Sering kali kamar tidur dianggap sebagai area yang paling bersih, namun pada kenyataannya, kamar tidur bisa menjadi pencetus alergi yang paling besar!

KlikDokter.com – Kamar tidur merupakan tempat utama Si Kecil dalam melakukan kegiatannya sehari-hari, mulai dari beristirahat, bermain, hingga belajar. Meski area tersebut sering kali dianggap paling bersih, banyak sekali zat pencetus alergi atau alergen yang datang dari kasur dan sudut-sudut lain yang ada di dalam kamar.

Alergen yang biasanya berkumpul di kamar tidur, di antaranya alergen dalam ruangan (tungau debu, jamur, bulu hewan peliharaan, bahkan kecoak), alergen luar ruangan (serbuk sari, yang bisa menyebar melalui udara dari sepatu ataupun hewan peliharaan), serta zat di udara yang dapat mengiritasi saluran pernapasan (asap rokok dan wewangian suatu produk).

Apabila Si Kecil sudah mengalami alergi, penting bagi Anda untuk segera membatasi alergen di dalam kamar tidurnya. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memulainya:

Membasmi Tungau Debu

Tungau debu merupakan makhluk tak kasatmata yang senang hidup di antara debu dan berkembang di sana. Untuk menghalau kehadiran ‘tamu kecil’ ini, Anda bisa mencoba strategi ini:

  • Nyalakan dehumidifier atau AC untuk menjaga kelembapan ruangan di bawah 50%. Hal ini dapat membantu menghambat daya tahan hidup tungau debu, karena mereka mudah berkembang pada kelembapan.
  • Belilah sarung antidebu atau antitungau untuk kasur, selimut, dan bantal yang biasa dipakai Si Kecil.
  • Cuci tempat tidur dalam air yang sangat panas -- setidaknya 130 F -- setiap minggu. Keringkan dengan pengering panas untuk membunuh seluruh kuman.
  • Batasi boneka, koleksi mainan, dan tumpukan majalah atau buku yang dapat mengumpulkan debu. Anda mungkin bisa menjelaskan kepada anak bahwa boneka yang ia sukai perlu tidur di ruangan lain, atau simpan di dalam kotak mainan.
  • Hindari penggunaan karpet dan furnitur berlapis di dalam kamar. Apabila Anda memang ingin menutupi lantai, pilihlah karpet yang dapat Anda cuci dan keringkan dengan mudah.
  • Bersihkan kamar secara teratur dengan alat pengisap debu.

Menghalau Jamur

Selain tungau debu, Anda juga perlu mewaspadai alergen berupa jamur di dalam kamar Si Kecil. Apa yang harus dilakukan untuk memeranginya?

  • Periksa sekeliling kamar. Apabila Anda menemukan kumpulan jamur, misalnya di dinding, segeralah bersihkan hingga benar-benar bersih.
  • Ajarkan Si Kecil untuk membuang pakaian kotor pada keranjang, bukan pada lantai. Selain itu, jangan biarkan pakaian yang basah atau berkeringat ditaruh di keranjang dalam waktu lama, karena akan membuat jamur cepat berkembang biak.
  • Apabila Anda melihat kondensasi pada jendela atau bingkai jendela di kamar tidur, selidikilah penyebab potensialnya. Cari tahu bagaimana cara menanganinya sehingga kondensasi tidak berkembang menjadi jamur.
  • Perbaiki segera atap atau pipa yang bocor.

Memilih Hewan Peliharaan

Alergi terhadap hewan peliharaan biasanya terjadi karena reaksi protein dalam air liur hewan, serpih kulit mati (ketombe), atau urine dari hewan berbulu. Beberapa hewan memang cenderung menghasilkan alergen yang lebih banyak ketimbang yang lain. Apabila Si Kecil benar-benar menginginkan hewan peliharaan, pertimbangkan untuk memelihara hewan tanpa bulu, misalnya ikan atau reptil. Namun, apabila keluarga Anda sudah memiliki anjing atau kucing, perhatikanlah langkah-langkah berikut ini agar alergi Si Kecil tidak kambuh:

  • Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur Si Kecil.
  • Mandikan hewan peliharaan setiap seminggu sekali.
  • Pilihlah orang yang tidak alergi untuk membersihkan kandang hewan peliharaan.

Mengontrol Kecoak

Kotoran kecoak dapat menyebabkan gejala alergi yang parah pada beberapa orang. Meski kecoak lebih sering ditemukan di dapur, mereka juga dapat dengan mudah menyusup ke kamar tidur Si Kecil. Untuk mencegah kecoak masuk, hindari memberikan makan Si Kecil di dalam kamarnya karena remah-remah makanan yang tersisa dapat mengundang kecoak untuk masuk. Perhatikan juga retakan atau kebocoran yang ada di sudut rumah, yang dapat digunakan kecoak untuk masuk ke dalam rumah Anda.

Selain cara-cara di atas, Anda juga perlu memperhatikan kondisi dan kebersihan rumah secara keseluruhan. Hindari merokok di dalam rumah, apalagi merokok di dekat Si Kecil. Asap tembakau bukanlah alergen, tetapi dapat memperburuk gejala alergi atau asma.

Bersihkan rumah dengan perangkat yang memiliki filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air), setidaknya sekali seminggu. Filter HEPA kerap ditemui pada perangkat elektronik yang berfungsi untuk membersihkan udara dalam ruangan. Filter tersebut mampu menjadikan udara lebih bersih dengan menyedot debu secara maksimal.

Pertimbangkan juga untuk memasang dehumidifier untuk menjaga tingkat kelembapan rumah Anda di bawah 50%. Yang paling penting namun sering luput, janganlah memakai sepatu di dalam rumah karena alergen dari luar ruangan bisa saja masuk dan memperparah alergi Si Kecil.

0 Komentar

Belum ada komentar