Sukses

Bahaya Osteoporosis pada Pria Usia Lanjut

Kepadatan tulang pria akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Dan hal ini jelas mengkhawatirkan akan munculnya osteoporosis. Berikut info medis dari dr. Dyan Mega Inderawati selengkapnya.

KlikDokter.com - Telah banyak sumber ataupun artikel kesehatan yang membahas tentang berkurangnya kepadatan tulang atau osteoporosis di kalangan wanita khususnya wanita yang telah mengalami menopause. Banyak dampak yang diakibatkan oleh osteoporosis yang kemudian membuat orang tersadar pentingnya menjaga kesehatan tulang. Namun tahukah Anda osteoporosis di kalangan pria tidak kalah berbahayanya dengan kalangan wanita?

Satu dari tiga kasus patah tulang ternyata mengenai pria dan 37% kematian pada pria berhubungan dengan patah tulang Sayangnya, promosi kesehatan terkait osteoporosis saat ini masih terfokus pada wanita.

Di Amerika Serikat, angka osteoporosis pada pria diperkirakan akan meningkat sebanyak 51,8% dari tahun 2010 ke tahun 2030, sedangkan osteoporosis pada wanita menurun sebanyak 3,5%. Data tersebut menunjukkan bahwa promosi kesehatan terkait osteoporosis belum menjangkau kalangan pria.

Peter Ebeling, MD, presiden Endocrine Society of Australia mengatakan angka kematian akibat patah tulang para pria lebih besar dari wanita.  Angka kematian setelah 12 bulan terjadinya patah tulang panggul pada pria adalah 37% sedangkan pada wanita 20%.

Terlebih lagi, sebenarnya patah tulang yang diakibatkan oleh osteoporosis di kalangan pria lebih banyak terjadi dibandingkan dengan kanker prostat.

Lalu apa saja faktor risiko yang dapat membuat seorang pria lebih mudah terkena osteoporosis?

  • Rokok
  • Minum minuman beralkohol
  • Rendahnya kadar vitamin D
  • Riwayat osteoporosis di keluarga
  • Obat- obatan tertentu, seperti :
    • Pengobatan kanker prostat yang berpengaruh pada hormon
    • Steroid
    • Obat anti kejang
    • Obat anti-depresi jenis Selective serotonin-reuptake inhibitors (SSRIs)

Mengapa pada pria risiko kematian lebih tinggi setelah mengalami patah tulang? Alasannya masih belum jelas. Namun diprediksi hal ini ada hubungannya dengan infeksi dan penyakit jantung dan pembuluh darah yang meningkat setelah terjadinya patah tulang.

0 Komentar

Belum ada komentar