Sukses

Minum Susu: Kawan atau Lawan?

Tahukah Anda, studi yang baru-baru ini dilakukan menyatakan bahwa minum susu yang berlebih dapat meningkatkan risiko kematian? Benarkah demikian?

KlikDokter.com - Susu dikenal luas sebagai minuman yang menyehatkan. Kalsium yang dikandung di dalamnya dipercaya dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang dan menjaga tulang tetap sehat. Namun tahukah Anda, bahwa studi terbaru mengaitkan minum susu yang berlebih dengan peningkatan risiko kematian?

Sebuah studi yang dipublikasikan di British Medical Journal (BMJ) memaparkan bahwa wanita yang minum susu lebih dari tiga gelas tiap harinya memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dan pembuluh darah dan risiko terkena kanker 44% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang hanya minum susu satu gelas atau kurang setiap harinya.

Pada pria, kelompok yang minum susu lebih dari tiga gelas tiap harinya memiliki risiko kematian  10% lebih tinggi dibandingkan kelompok yang minum susu satu gelas sehari atau kurang.

Ketika studi ini dibandingkan dengan data kesehatan yang dimiliki Swedia, hasilnya juga menunjukan hasil yang sama. Minum susu yang berlebihan akan meningkatkan risiko kematian seseorang.

Bahkan ada hasil yang lebih mencengangkan lagi. Studi menunjukan bahwa wanita yang minum susu lebih dari tiga gelas sehari memiliki risiko patah tulang 16% lebih tinggi dari kelompok wanita yang minum lebih sedikit susu. Kelompok penyuka susu ini juga memiliki risiko mengalami patah tulang panggul 60% lebih tinggi.

Walaupun begitu, Mary Schooling, profesor di City University  of New York School of Public Health, mengatakan studi ini hendaknya jangan terburu- buru dijadikan acuan dalam mengubah diet Anda. Hasil studi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk dapat dijadikan pedoman dalam pengubahan diet.

Betulkah, mengapa bisa demikian?

Pendapat ahli mengatakan hubungan antara minum susu dengan kematian dikaitkan dengan kandungan gula yang terdapat di dalamnya. Kandungan gula yang berupa laktosa dan galaktosa dalam susu yang menyebabkan gangguan kesehatan yang kemudian meningkatkan risiko kematian. Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus, Galaktosa, jenis gula yang terdapat dalam susu ternyata mempercepat penuaan melalui proses peradangan tubuh.

Lalu, bagaimana caranya agar tubuh tetap memperoleh kalsium cukup?

Bijaklah dalam memilih asupan kalsum Anda. Anda dapat memilih produk susu yang memiliki kadar laktosa rendah. Pasalnya, selain untuk menghindari dampak dari galaktosa tersebut, produk fermentasi susu yang memiliki kandungan laktosa rendah seperti keju dan susu ternyata memiliki peran penting dalam menurunkan risiko patah tulang.

Atau, Anda dapat memilih suplementasi kalsium sebagai pilihan. Namun, pastikan Anda sudah konsultasi kepada dokter jika memilih solusi ini.

Studi ini memang masih perlu penelitian lebih lanjut lagi untuk menghasilkan suatu kebijakan pengubahan diet. Sampai saat ini US Dietray Guidelines masih merekomendasikan tiga porsi susu dan turunannya untuk kesehatan tulang, mencegah diabetes, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

0 Komentar

Belum ada komentar