Sukses

Menangani Tantrum dan Sikap Agresif pada Si Kecil

Si Kecil tantrum? Tenang, Bunda dan Ayah tidak sendirian. Simak kiat mengatasinya di sini.

KlikDokter.com - Rata-rata hampir semua Bunda dan Ayah pernah melewati kejadian tantrum. Ketika sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dan melewati bagian mainan, Si Kecil melihat sebuah boneka yang lucu dan minta dibelikan. Bunda dan Ayah sama-sama menolak, sehingga ia pun menangis. Melihat Bunda dan Ayah tetap bergeming, tangisannya semakin menjadi, bahkan berlanjut menjadi berguling-guling di lantai.

Malu? Pasti. Ketika Si Kecil menjadi tontonan orang banyak, ingin rasanya menghilang ditelan bumi.

Tantrum adalah hal yang umum terjadi pada anak usia satu hingga empat tahun. Hal ini didasari oleh keterbatasan Si Kecil dalam berkomunikasi dan menyampaikan keinginannya kepada Bunda dan Ayah. Ia frustrasi karena kesulitan mengungkapkan maksudnya, ditambah dengan Bunda dan Ayah yang tidak mengerti atau tidak mengabulkan keinginannya, ia pun meledak menjadi tantrum.

Aktivitas tantrum ini bisa bermacam-macam, mulai dari menangis keras, berteriak, memukul, menendang, berguling-guling di lantai, melempar barang, dan lain-lain. Tantrum ini masih dapat dibilang wajar jika timbul dalam frekuensi yang jarang. Namun jika Si Kecil sering sekali tantrum – bahkan menjadi kebiasaan – Bunda dan Ayah harus mencari penyebabnya untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Penyebab Tantrum

Ada cukup banyak penyebab tantrum, di antaranya anak kelelahan, kelaparan, atau murni hanya ingin mengungkapkan keinginannya dengan segala keterbatasan komunikasi. Namun demikian, ada sebagian anak yang lebih rentan mengalami tantrum, yakni mereka yang lebih hiperaktif, mudah berubah-ubah mood dan perasaannya, atau anak yang sulit beradaptasi dengan lingkungan.

Menghentikan Tantrum

Memang, cara yang paling mudah dan cepat untuk menghentikan tantrum adalah dengan mengikuti keinginan Si Kecil. Namun, hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. Tantrum akan terulang kembali.

Hal pertama yang harus Bunda dan Ayah lakukan jika Si Kecil sedang tantrum adalah menenangkan diri. Bunda dan Ayah tidak boleh ikut terbawa emosi dengan memarahi, apalagi memukulnya. Katakanlah kepada Si Kecil dengan tenang namun tegas bahwa perbuatannya itu tidak benar. Jelaskan juga alasan Bunda dan Ayah tidak mengikuti keinginannya, katakan bahwa hal tersebut juga demi kebaikannya.

Jika Si Kecil tetap tantrum, jangan turuti kemauannya – walaupun Bunda dan Ayah harus membawanya pergi dari supermarket dalam keadaan demikian. Apabila Bunda dan Ayah tidak menuruti keinginannya, ia akan belajar bahwa tantrum tersebut tidak mempan, sehingga ia tidak akan mengulanginya lagi.

Meskipun Bunda dan Ayah tidak menuruti keinginannya, bukan berarti Bunda dan Ayah tidak peduli. Peluklah ia, katakan padanya bahwa Bunda dan Ayah melakukan ini karena peduli dan menginginkan yang terbaik untuknya.

0 Komentar

Belum ada komentar