Sukses

Kapan Saatnya Memasukkan Si Kecil ke Sekolah?

Selain segi usia, ada penanda lain yang berguna mengukur kesiapan Si Kecil mengawali jenjang pendidikan formal. Simak selengkapnya di sini.

KlikDokter.com – Akhir-akhir ini, sekolah-sekolah yang diperuntukkan bagi anak kecil semakin menjamur. Tidak hanya untuk anak balita (prasekolah), namun kelas paruh waktu (playdate) untuk bayi pun tersedia!

Mungkin Bunda dan Ayah merasa bingung, kapan waktu yang tepat untuk memasukkan Si Kecil untuk sekolah. Jangan asal mengikuti tren memasukkan anak ke sekolah sejak dini. Bunda dan Ayah harus melihat terlebih dahulu, apakah hal tersebut memang diperlukan.

Sebenarnya tidak ada patokan pasti kapan Si Kecil harus mulai bersekolah, karena hal tersebut berangkat dari kesiapan Si Kecil dan keadaan sekitarnya.

Jika Bunda dan Ayah mampu menyediakan pendidikan dan stimulasi yang cukup di rumah, serta mampu mendedikasikan waktu yang cukup bagi Si Kecil, sekolah usia dini bukanlah prioritas utama. Terlebih bila di lingkungan sekitar terdapat banyak anak sebaya dan orang dewasa lain selain Bunda dan Ayah.

Sebagian pakar pendidikan khawatir jika Bunda dan Ayah memasukkan Si Kecil ke sekolah terlalu dini, hal tersebut dapat membuat Si Kecil stres dan bosan bersekolah. Meskipun demikian, sekolah memang memiliki keunggulan yakni memiliki guru yang berdedikasi untuk mendidik, memiliki sarana dan prasarana bermain dan pendidikan yang lebih lengkap, serta berfungsi sebagai wadah sosialisasi bagi Si Kecil yang lebih baik.

Namun sebaliknya, jika Bunda dan Ayah bekerja sehingga kurang memiliki waktu untuk menstimulasi dan mendidik Si Kecil, serta Si Kecil kurang bersosialisasi dengan teman sebaya serta orang dewasa selain Bunda dan Ayah, disekolahkan sejak dini dapat  memberikan manfaat yang positif bagi dirinya. Dengan bersekolah, diharapkan Si Kecil dapat belajar bersosialisasi serta mendapatkan stimulasi dan pendidikan yang lebih baik.

Bunda dan Ayah dapat mengenali tanda-tanda kesiapan Si Kecil masuk sekolah, di antaranya:

  1. Si Kecil mulai suka menggendong tas dan berpura-pura ingin pergi ke sekolah.
  2. Si Kecil mulai bosan bermain di rumah.
  3. Si Kecil menikmati bermain dan bersosialisasi dengan teman-teman sebaya.
  4. Si Kecil dapat mengerti dan menjalankan instruksi.
  5. Si Kecil dapat buang air kecil tanpa bantuan.
  6. Si Kecil dapat memegang pensil dan gunting dengan baik.
  7. Si Kecil mulai tertarik dengan buku.
  8. Si Kecil mulai tertarik untuk belajar hal-hal baru.

Jika sudah ada indikasi demikian, Bunda dan Ayah dapat menambah kesiapan Si Kecil dengan berbagai cara, di antaranya dengan mengajaknya bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya lebih sering, misalnya dengan tetangga atau anak dari teman-teman Bunda dan Ayah.

Selain itu, Bunda dan Ayah juga dapat lebih sering membawanya ke taman bermain anak, di mana Si Kecil dapat bertemu dan bermain bersama dengan anak-anak lain.

Apabila Bunda dan Ayah masih belum yakin untuk memasukkan Si Kecil ke sekolah penuh waktu, dapat dicoba dengan memasukkannya ke kelas-kelas kecil seperti menari, senam anak, dan lain-lain. Sekolah-sekolah pada umumnya juga menyediakan kelas percobaan, sehingga Bunda dan Ayah dapat menilai kesiapan Si Kecil dan mengetahui apakah sekolah tersebut cocok untuk dijadikan sekolahnya kelak.

0 Komentar

Belum ada komentar