Sukses

Si Kecil Juga Bisa Mengalami Stres

Semakin tingginya tuntutan akademis dan pergaulan dewasa ini menjadikan Si Kecil tak luput dari stres.

KlikDokter.com - Kini stres bukan hanya monopoli orang dewasa, anak kecil pun dapat mengalaminya. Mulai dari anak usia sekolah hingga remaja dapat dilanda stres. Bahkan, anak balita pun dapat mengalami stres. Namun demikian, stres pada balita umumnya tidak bersumber dari dirinya sendiri, melainkan menggambarkan keadaan mental dari pengasuhnya.

Sebenarnya apa saja yang menyebabkan stres pada Si Kecil? Dengan semakin pesatnya perkembangan zaman dewasa ini, semakin banyak pula tuntutan yang dialami oleh Si Kecil.

Sumber stres dapat berasal dari segi akademis, seperti pelajaran sekolah yang sulit dan banyak, dan sederetan les atau kegiatan ekstrakurikuler yang harus dilakukan sepulang sekolah. Selain itu, apabila Bunda dan Ayah terlalu menuntut Si Kecil untuk menjadi sesuai keinginan, hal tersebut juga dapat menambah stres pada dirinya.

Segi pergaulan pun memegang peranan. Apabila Si Kecil sulit bergaul dan kurang populer di kalangan teman-temannya, hal ini bisa menjadi beban tersendiri. Perbedaan status sosial ekonomi juga dapat membuat Si Kecil minder jika ia berada di lingkungan yang tidak sesuai dengan keadaannya.

Masalah dalam keluarga juga dapat menjadi salah satu beban utama. Fungsi keluarga yang seyogyanya memberikan kedamaian, perlindungan, dan kebahagiaan akan terganggu jika ada ketidakharmonisan antar orangtua, antara sesama anggota keluarga, atau ketika mengalami kehilangan anggota keluarga karena kematian atau perceraian.

Oleh karena itu, Bunda dan Ayah harus waspada dan mengenali tanda-tanda stres pada Si Kecil, seperti:

  1. Tampak murung dan letih lesu.
  2. Mudah marah, menangis, atau tersinggung.
  3. Mood gampang berubah-ubah.
  4. Tidak lagi tertarik dengan hal-hal yang umumnya menyenangkan.
  5. Kehilangan rasa percaya diri.
  6. Perubahan pola makan dan tidur.
  7. Menolak bergaul dengan teman-teman.
  8. Menolak pergi ke sekolah.
  9. Kurang konsentrasi.
  10. Prestasi di sekolah menurun.
  11. Sering mengeluhkan banyak hal, seperti sakit kepala, sakit perut, namun fisik sebenarnya sehat.

Apabila Bunda dan Ayah mencurigai Si Kecil mengalami stres, segeralah membawanya untuk berkonsultasi kepada psikiater anak. Dokter dapat melakukan berbagai terapi untuk membantunya, seperti konseling, terapi kognitif dan perilaku, terapi keluarga, dan lain-lain. Jika diperlukan, dokter juga dapat memberikan obat untuk Si  Kecil.

Selain itu, peran penting orang-orang di sekitar Si Kecil tidak dapat dilupakan, terutama Bunda dan Ayah. Pengasuh, saudara, kakek atau nenek, serta guru di sekolah pun harus dilibatkan dalam proses terapi untuk kesembuhan Si Kecil.

0 Komentar

Belum ada komentar