Sukses

Bahayanya Menurunkan Berat Badan Terlalu Cepat

Jangan mudah percaya pada iklan yang menawarkan menurunkan berat badan dengan waktu cepat. Pasalnya, menurunkan berat badan dengan tempo waktu yang terlalu cepat ternyata memberikan dampak yang berbahaya.

Slim & Fit

KlikDokter.com - Semua yang serba instan memang tampak lebih mudah dan menggiurkan. Pernahkah Anda melihat acara di televisi yang menayangkan program menurunkan berat badan dalam waktu singkat? Apakah Anda memiliki keinginan yang sama atau sedang dalam program menurunkan berat badan? Menurunkan berat badan dalam waktu singkat memang sangat mungkin. Namun pertanyaannya, apakah menurunkan berat badan dalam waktu singkat itu aman bagi kesehatan?

Menurunkan berat badan atau menjaga berat badan ideal tentu sangat baik untuk kesehatan dalam jangka waktu lama. Namun, tentu dengan cara yang benar, sehat, dan waktu yang sesuai. Menurunkan berat badan yang direkomendasikan adalah sekitar 0,5 – 1 kg/minggu. Untuk bisa mencapai target tersebut, Anda harus mengurangi 500 kalori setiap harinya disertai olahraga 3x/minggu. Diet sangat rendah kalori atau dengan obat-obatan sangat tidak direkomendasikan, apalagi tanpa indikasi dari dokter.

Apa bahayanya menurunkan berat badan terlalu cepat?

  • Malnutrisi

Diet yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh kekurangan protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang penting untuk metabolisme tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, sulit berkonsentrasi, mudah terserang penyakit, gangguan sistem saraf, dan sebagainya.

  • Batu empedu

Terjadi pada 12 – 25% orang yang menurunkan berat badan terlalu cepat. Batu empedu dapat menyebabkan keluhan nyeri hebat di perut.

  • Kehilangan otot

Hal ini disebabkan oleh asupan protein yang kurang. Tubuh membutuhkan protein sekitar 0,68 g/kgBB setiap harinya. Diet yang berlebihan untuk menurunkan berat badan dengan cepat tidak hanya akan mengurangi lemak tubuh tapi juga akan mengikis otot tubuh.

  • Efek yo-yo

Hal ini berhubungan dengan asupan protein yang kurang dan kehilangan otot tubuh yang akan menyebabkan metabolisme tubuh melambat. Saat sedang diet, metabolisme tubuh akan menyesuaikan dengan asupan makanan dan aktivitas tubuh. Semakin sedikit asupan kalori makan metabolisme tubuh akan melambat. Jika kondisi ini terus berlanjut dan pada suatu saat Anda berhenti melakukan diet atau olahraga maka tubuh tidak mampu mengejar kemampuan memetabolisme secara cepat. Akibatnya muncul efek yo-yo, berat badan dapat kembali seperti sebelum diet atau justru lebih berat dari sebelumnya.

Penting untuk diingat, menurunkan berat badan dengan diet yang ekstrim seperti diet sangat rendah kalori membutuhkan pengawasan dokter. Setiap orang memiliki cara diet yang berbeda-beda tergantung dari berat badan, kondisi tubuh, atau ada tidaknya penyakit tertentu. Lebih baik turun secara bertahap dan tetap sehat daripada cepat turun namun menimbulkan masalah baru bagi kesehatan.

0 Komentar

Belum ada komentar