Sukses

Susu, Faktor Pemicu Maag?

Habis minum susu perut sering kembung? Berikut penjelasan selengkapnya bersama dr. Mega Puteri di sini.

KliKDokter.com - Jika Anda mengalami iritasi atau ketidaknyamanan pada pencernaan setelah mengkonsumsi susu atau produk susu lainnya, Anda mungkin intoleransi susu atau intoleransi laktosa. Intoleransi susu berarti bahwa sistem pencernaan Anda memiliki kesulitan dalam mengolah atau memproses susu maupun produk susu seperti susu, telur dan keju. Gastritis juga dapat terjadi jika Anda memiliki intoleransi susu. Gastritis adalah suatu kondisi di mana lapisan lambung Anda menjadi meradang. Dengan menghindari makanan yang dapat memicu kondisi tersebut, maka dapat membantu Anda dalam memiliki sistem pencernaan yang sehat.

Intoleransi Susu

Intoleransi susu atau intoleransi laktosa adalah kondisi umum dan sekitar 30 juta orang dewasa tidak toleran laktosa oleh berusia 20-an, mencatat PubMed Health. Intoleransi susu terjadi ketika usus kecil gagal untuk membuat cukup laktosa, yaitu enzim pencernaan yang membantu dalam penyerapan makanan. Gejala yang dapatterjadi bisa berupa mual, diare dan kram perut dan kembung. Penyebab dari intoleransi susu antara lain adalah infeksi usus, penyakit usus dan kondisi lain dari saluran pencernaan, termasuk gastritis.

Gastritis

Gejala gastritis dapat timbul ketika seseornag mengkonsumsi produk susu tertentu, terutama susu sapi. Gejala dari gastritis akut dapat terjadi jika seseorang memiliki intoleransi susu yang serius. Gastritis terjadi ketika lapisan pelindung pada lambung mengalami gangguan atau terjadi kerusakan, maupun peradangan. Gastritis bisa dipicu oleh banyak hal selain dari intoleransi susu seperti infeksi bakteri, stres dan penyakit empedu refluks. Gejalanya yaitu gangguan pencernaan, muntah dan perasaan kenyang atau penuh pada lambung atau perut setelah makan.

Komplikasi

Intoleransi susu dan gastritis bisa dikendalikan ataupun dihindari, namun terkadang komplikasi bisa juga terjadi. Dehidrasi dapat terjadi, terutama untuk intoleransi produk susu yang disertai dengan gastritis, hal ini terutama disebabkan karena muntah dan hilangnya elektrolit dan cairan. Jika terdapat dalam muntah atau tinja, segera periksakan diri ke dokter. Intoleransi susu dapat menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan kalsium. Selain itu, mungkin juga terdapat penurunan berat badan jika konsumsi kalori kurang dari asupan kalori yang dianjurkan per hari. Berkurangnya asupan kalori bisa dikarenakan nafsu makan yang berkurang akibat mual atau kembung dari asupan susu. Kekurangan kalsium dapat terjadi jika Anda menghindari produk susu secara konsisten dari waktu ke waktu.

Solusi

Anda dapat mengontrol intoleransi produk susu dengan mengkonsumsi susu kedelai atau susu non-substitusi. Konsumsi suplemen kalsium mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko terjadinya kehilangan massa tulang, terutama untuk seseorang yang memiliki risiko untuk terjadinya penyakit osteoporosis. Karena gejala gastritis mirip dengan intoleransi produk susu, oleh karena itu sebaiknya konsultasikan gejala yang dialami kepada dokter agar mendapatkan diagnosis yang akurat. Menurunkan tingkat stres, tidak mengkonsumsi makanan pedas dan mengkonsumsi obat golongan antasida dapat membantu mengurangi gejala terjadinya gastritis.

0 Komentar

Belum ada komentar