Sukses

Apa Tanda-Tanda Si Kecil Kekurangan Vitamin?

Kekurangan vitamin bukanlah kondisi yang sederhana, karena banyak sekali risiko yang dapat terjadi akibat keadaan tersebut.

KlikDokter.com - Nutrisi yang baik amat penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil selama tahun pertama kehidupannya. Untuk itu, ia perlu mendapatkan jumlah nutrisi yang cukup melalui jenis makanan yang tepat, terutama setelah melewati periode ASI eksklusif.

Ketika memberikan makanan untuk Si Kecil, Bunda dapat lebih mudah menakar makronutrien (protein, karbohidrat, lemak) dibandingkan dengan mikronutrien seperti vitamin yang terkandung di dalam makanan. Nah, agar Bunda tetap dapat memperkirakan apakah Si Kecil sudah tercukupi kebutuhan vitaminnya, kenalilah tanda-tanda kekurangan vitamin sebagai berikut:

1. Vitamin D

Bayi dapat mengalami kekurangan vitamin D apabila tidak memperoleh makanan, ASI, atau paparan sinar matahari yang cukup. Kekurangan vitamin D menyebabkan tidak optimalnya penyerapan kalsium dan fosfor oleh usus, sehingga proses pembentukan tulang dan mineralisasi gigi menjadi terganggu. Tanda yang dapat dilihat adalah rakitis, yang merupakan suatu penyakit yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang yang tidak wajar. Persendian akan tampak besar akibat pembesaran lempeng epifisis, dan tulang kaki terlihat bengkok.

2. Vitamin A

Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang. Sumber utama vitamin A adalah ASI dan susu formula, kuning telur, buah dan sayuran, serta hati. Gejala yang dapat dilihat antara lain rabun senja, mata kering, pertumbuhan terhambat, rentan mengalami infeksi, serta kulit tampak menebal dan kasar.

3. Vitamin E

Vitamin E berperan mencegah kerusakan jaringan dan menjadi pelindung asam lemak esensial dan vitamin A di dalam tubuh. Sumber utamanya adalah ASI dan susu formula, buah dan sayuran, gandum, kuning telur, hati, serta mentega. Kekurangan vitamin E ditandai dengan penurunan refleks, anemia hemolitik pada bayi prematur dan baru lahir, serta degenerasi spinocerebellar (penyakit yang mempengaruhi saraf tulang belakang dan otak kecil, sehingga mempengaruhi koordinasi saraf dan otot tubuh).

4. Vitamin K

Vitamin K sangat berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sumber utamanya adalah susu formula, sayuran, hati, dan daging. Kekurangan vitamin K dapat memperpanjang waktu perdarahan, dan perdarahan abnormal (terutama pada bayi baru lahir).

5. Vitamin C

Vitamin C memiliki beragam fungsi antara lain membentuk kolagen, menyembuhkan luka, dan meningkatkan penyerapan zat besi. Sumber utamanya adalah ASI dan susu formula, serta buah dan sayuran. Apabila seseorang mengalami kekurangan vitamin C, maka akan timbul gejala-gejala seperti lemas, anemia, penyakit gusi, dan perdarahan yang tampak pada kulit karena pecahnya pembuluh darah kecil dalam tubuh. Seluruh kumpulan gejala ini disebut dengan penyakit scurvy.

6. Vitamin B12

Vitamin B12 menjaga kesehatan sel darah dan fungsi sistem saraf. Sumber utama vitamin B12 adalah ASI, susu formula, daging, kuning telur dan produk olahan susu. Ketika lahir, rata-rata bayi memiliki kadar vitamin B12 yang cukup di dalam tubuhnya hingga ia berusia 8 bulan. Jumlah vitamin B12 bayi tergantung dengan jumlah vitamin B12 yang dimiliki sang ibu. Tanda defisiensi vitamin B12 di antaranya kegagalan tumbuh kembang, gangguan perkembangan motorik, anemia pernisiosa, dan penurunan fungsi saraf.

7. Vitamin B6

Vitamin B6 berfungsi membantu tubuh menggunakan protein untuk membuat jaringan, sekaligus membantu metabolisme lemak. Semakin tinggi asupan protein, maka kebutuhan akan vitamin B6 juga meningkat. Sumber utama vitamin B6 adalah ASI, susu formula, hati, daging, gandum, biji-bijian, serealia, dan kentang. Kekurangan vitamin B6 ditandai dengan anemia mikrositik dan kejang.

8. Vitamin B1

Vitamin B1 berperan membantu pelepasan energi dari karbohidrat selama proses metabolisme, serta membantu sistem saraf berfungsi normal. Sumber vitamin B1 dapat ditemukan pada ASI, susu formula, gandum, biji-bijian, serealia, dan kentang. Kekurangan vitamin B1 dapat terjadi pada bayi yang mendapat ASI dari ibu yang juga kekurangan vitamin B1. Tandanya adalah penyakit beri-beri, neuritis, edema, hingga gagal jantung.

9. Vitamin B2

Vitamin B2 berperan membantu pelepasan energi dari protein, lemak, dan karbohidrat selama proses metabolisme. Sumbernya antara lain ASI, susu formula, daging, produk susu, kuning telur, sayuran hijau, gandum, biji-bijian, dan serealia. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan fotofobia (sensitif terhadap cahaya), pertumbuhan terhambat, anemia, serta luka dan kering pada tepi mulut.

Kekurangan vitamin memiliki dampak besar pada kesehatan Si Kecil, namun dengan mengenali gejala di atas serta diikuti evaluasi medis yang tepat, maka dampak tersebut dapat dicegah. Dokter anak akan melakukan konfirmasi melalui pengambilan data dan informasi lengkap, pemeriksaan fisik, diikuti tes laboratorium yang relevan jika terdapat kecurigaan kekurangan vitamin. Jika diagnosis sudah didapatkan, maka akan dilakukan konseling dan pengelolaan keseimbangan nutrisi untuk Si Kecil.

0 Komentar

Belum ada komentar