Sukses

Diare pada Anak-anak Berpotensi Menurunkan Kualitas Belajar?

Gangguan sakit pada anak tentu mengganggu kegiatan belajar mengajar. Termasuk di antaranya penyakit diare. Berikut infonya dari dr. Jessica Florencia di sini.

KlikDokter.com -Anak-anak dalam masa pertumbuhan akan terus menerus belajar dan beraktivitas. Tangan-tangan kecilnya akan terus berusaha meraih segala sesuatu untuk dipelajari. Kaki-kaki kecilnya akan terus berlari ke sana kemari untuk mengetahui berbagai hal baru. Potensi yang ada di dalam seorang anaklah tidak dapat diukur dan masih dapat terus diasah.

Namun, untuk dapat belajar secara optimal, seorang anak perlu ada dalam keadaan yang sehat secara fisik dan mental.

Diare merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang sering mengenai anak-anak. Selain menyebabkan gangguan

Penelitian yang dimuat dalam Pediatric Infection Diseases dan American Journal of Tropical Medicine melaporkan bahwa dari kedua penelitian tersebut ditemukan bahwa anak-anak yang menderita diare pada saat anak-anak akan mengalami penurunan konsentrasi saat belajar dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, konsentrasi anak-anak akan terganggu  pada saat sakit sehingga anak tidak akan dapat belajar optimal. Dalam jangka panjang, 2 penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak masih terpengaruh bahkan setelah 4 sampai 9 tahun kemudian. Hal ini terutama terjadi pada anak-anak yang mengalami diare pada 2 tahun pertama usia mereka.

Untuk itu, pencegahan adalah langkah yang paling tepat. Mencegah diare akan memastikan bahwa kesehatan fisik dan mental anak Anda tetap optimal, termasuk kesehatan kognitifnya. Pencegahan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan mencuci tangan anak-anak.

Hanya dibutuhkan 3 langkah sederhana dalam mencuci tangan, selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Diare pada Anak-anak Berpotensi Menurunkan Kualitas Belajar?

Hanya dibutuhkan 3 langkah sederhana dalam mencuci tangan:

  1. Basahi tangan dengan air bersih dan sabun, lalu gosok tangan selama 20 detik.
  2. Bilas tangan dengan air.
  3. Keringkan tangan dengan handuk atau tisu yang bersih.

Pastikan bahwa orangtua, guru, dan pengasuh juga harus mencuci tangan mereka. Orangtua dapat membantu anak-anak mencuci tangan mereka dan mengajarkan  anak untuk mandiri mencuci tangan mereka.

0 Komentar

Belum ada komentar