Sukses

Kiat Memilih Mainan untuk Si Kecil

Apa yang harus diperhatikan dalam memilih mainan, agar tepat dan aman bagi buah hati Anda?

KlikDokter.com - Tidak hanya nutrisi yang lengkap dan seimbang, Si Kecil juga membutuhkan stimulasi yang terus-menerus agar tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan optimal. Salah satu rangsangan yang bisa Anda berikan kepada anak adalah dengan bermain atau melalui mainan.

Melalui mainan, anak dapat membantu mengembangkan kemampuan fisik, mental, sosial, emosional, dan kreativitas mereka. Penting bagi orangtua untuk selalu mempertimbangkan aspek keamanan, keselamatan, dan kesehatan mainan pada waktu ingin memberikan mainan kepada anak.

Berikut adalah panduan dalam memilih mainan untuk bayi berusia 6-12 bulan:

Bayi usia 6-9 bulan

Pada usia ini, Si Kecil sudah terampil menggenggam, menyusun balok di atas balok lain, mengguncang benda yang berada digenggamnya, tertarik bereksplorasi dengan mainan terutama yang mengeluarkan bunyi, serta mulai dapat membedakan ekspresi wajah.

Mainan yang cocok untuk usia ini adalah:

  • Buku

Membacakan anak cerita pada usia ini dapat menjadi hal yang menyenangkan sekaligus interaktif untuknya. Anda juga dapat mengembangkan kemampuan bahasa anak dari momen ini.

Perhatian: Pilihlah buku yang sesuai dengan usia Si Kecil, dengan komposisi gambar yang banyak dibandingkan tulisan. Anda juga bisa memilih buku yang dapat menirukan suara binatang atau dapat meraba tekstur kulit binatang.

Lakukan ini: Anda dapat membiarkan Si Kecil untuk membalik halaman pada buku yang Anda baca bersama. Selain itu, agar membaca buku tidak membosankan bagi anak, tirukanlah suara binatang atau ubah suara Anda.

  • Busy board

Mainan ini akan sangat disukai oleh Si Kecil, karena ia dapat mengeksplorasi bagian-bagian yang ada pada papan, seperti memutarnya, merabanya, dan lain-lain. Hal ini sangat bagus untuk melatih koordinasi tangan dan pengalaman sensorisnya.

Perhatian: Pastikan bagian-bagian papan cukup kuat, serta hindarilah menggunakan material yang berbahaya.

Lakukan ini: Cobalah membuat papan kreasi ini di rumah Anda dan mainkan imajinasi Anda. Jika tidak sempat, Anda bisa memilihnya di toko mainan bayi.

  • Boneka lembut atau boneka binatang

Bayi usia ini sering kali mencurahkan kasih sayangnya pada mainan favoritnya. Oleh karena itu, boneka bertekstur lembut atau boneka binatang sangat cocok untuk mereka.  

Perhatian: Hindari boneka berkancing atau yang bermata plastik karena dikhawatirkan akan tertelan jika digigit. Selain itu, boneka haruslah mudah dicuci dan tidak terlalu besar agar Si Kecil tidak kesulitan dalam memegangnya.

Lakukan: Anda dapat bermain bersama Si Kecil sambil menirukan suara binatang tersebut.

Lalu bagaimana memilih mainan untuk usia 9 hingga 12 bulan? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya:

1 dari 3 halaman

Kiat Memilih Mainan untuk Si Kecil

Bayi usia 9-12 bulan

Pada usia ini, Si Kecil sudah bisa “bebas” bergerak seperti merangkak, berpegangan pada meja, serta merambat atau berjalan tertatih-tatih. Si Kecil juga mulai dapat mencoret-coret dan sering mengambil benda yang ada di sekitarnya.

Mainan yang cocok untuk usia ini adalah:

  • Bola

Permainan ini dapat melatih koordinasi kaki dan mata anak. Anda juga dapat mengajarkan lempar tangkap dengan menggunakan bola. Pilihlah bola yang ringan dan terbuat dari bahan plastik yang aman.

  • Mainan dorong

Hal ini dapat melatih kekuatan motoriknya, yaitu membantu Si Kecil untuk berani melangkah.

  • Telepon mainan

Bayi sangat suka meniru orangtua mereka. Dengan mainan ini, Anda dapat mengajarkan cara berkomunikasi dengan baik serta melatih Si Kecil untuk dapat menekan atau memutar tombol-tombol angka yang ada pada mainan tersebut.

  • Buku

Pilihlah buku yang dapat menimbulkan imajinasi Si Kecil.

  • Balok

Permainan ini dapat mengasah kemampuan motorik anak, meski ia hanya bisa menyusun 2-3 balok. Dalam pemilihan balok ini, perhatikanlah ukuran balok tersebut karena bila terlalu kecil akan berisiko tertelan.

  • Ember dan sekop

Alat ini berguna sekali untuk mengisi aktivitas Si Kecil di pantai. Ajarkan ia untuk mengisi pasir dengan menggunakan sekop dan menumpahkan pasir yang ada dalam ember. Temani dan awasi Si Kecil saat bermain ini.

Memilih mainan yang tepat dan aman untuk anak sering menjadi dilema bagi orangtua. Berikut kiat dan tips selengkapnya di halaman selanjutnya:

2 dari 3 halaman

Kiat Memilih Mainan untuk Si Kecil

Memilih mainan yang tepat dan aman untuk anak sering menjadi dilema bagi orangtua. Ada banyak mainan dengan model yang menarik terpajang rapi di toko. Ditambah lagi, terdapat di antaranya beberapa jenis mainan terbaru yang sedang menjadi tren. Orangtua sering beranggapan membelikan mainan anak yang menarik dan sedang tren, pasti akan membuat anak senang.

Namun, memilih mainan untuk anak hanya berdasarkan model atau tren bukanlah suatu pertimbangan yang tepat. Sebab, suatu mainan itu tidak selalu cocok untuk semua anak. Anda juga perlu mempertimbangkan kondisi perkembangan dan pertumbuhan anak serta usianya.

Berikut adalah kiat-kiat yang perlu diperhatikan orangtua dalam memilih mainan yang aman:

  1. Label

Sebelum membeli mainan untuk Si Kecil, bacalah terlebih dahulu label mainan. Sesuaikan informasi label mainan itu dengan kondisi anak. Pemberian label pada mainan didasarkan pada 4 kriteria, yakni: keamanan, kemampuan fisik anak, kemampuan mental, dan minat anak.

Pesan seperti “direkomendasikan untuk anak usia 6-12 bulan” merupakan pedoman yang perlu diperhatikan. Saran usia ini akan membantu orangtua menentukan mainan yang sesuai dengan kondisi anak.

Meskipun anak menunjukkan perkembangan yang lebih maju dibandingkan anak-anak lain seusianya, bukan berarti Anda boleh memilihkan mainan untuk anak berusia lebih tua daripadanya.

Usahakan lebih banyak memilih mainan yang dapat mendukung perkembangan anak, baik secara motorik-sensoris maupun pikiran anak, seperti puzzle atau mainan bermanfaat lainnya. 

Jika mainan terbuat dari kain, pilih yang memiliki label tahan api (flame resistant). Selain itu, pilih boneka yang mencantumkan label dapat dicuci (washable). Bahan-bahan seni seperti krayon, spidol warna, cat air atau cat minyak juga harus mencantumkan keterangan tidak beracun (non-toxic).

  1. Tanda Standar

Pilihlah mainan anak yang bertanda suatu standar, contohnya: SNI, CE, dll. Mainan bertanda standar telah memenuhi persyaratan keamanan yang ditentukan dalam standar. Produk mainan bertanda standar memiliki jaminan keamanan dan keselamatan yang dikukuhkan dengan sertifikasi dari lembaga pengujian yang berwenang.

  1. Ukuran Mainan

Perhatikan ukuran mainan atau komponen yang menjadi bagian dari mainan tersebut. Besar kecilnya ukuran sebuah mainan akan berpengaruh pada keamanan anak sebagai penggunanya.

Untuk mainan dengan ukuran kecil yang berdiameter kurang dari 1,75 inci atau 4,4 cm, jangan diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 3 tahun karena mainan itu dapat dimasukkan mulut dan tertelan.

Cari mainan yang cukup kukuh untuk menahan tarikan dan putaran. Pastikan semua bagian seperti mata, hidung, kancing, dan bagian lain yang mudah lepas, terpasang dengan kuat. Bagian-bagian ini berpotensi terlepas dan dimungkinkan dapat tertelan oleh anak.

Pastikan juga mainan untuk diremas, kerincingan, serta mainan untuk gigitan anak memiliki ukuran cukup besar, sehingga tidak muat dimasukkan ke dalam mulut.

  1. Bentuk Mainan

Pilih jenis mainan yang memiliki bentuk tidak berbahaya, misal berbentuk runcing. Hal ini untuk menghindarkan anak dari kecelakaan yang mungkin terjadi akibat tertusuk oleh mainannya sendiri.

Hindari mainan plastik tipis yang mudah pecah menjadi potongan kecil dan meninggalkan tepian yang bergerigi tajam.

Mainan yang ditembakkan (misalkan dari pistol-pistolan atau robot) juga berbahaya karena dapat mengenai mata teman bermainnya ketika sedang bermain perang-perangan.

  1. Materi Mainan

Pilihlah mainan yang terbuat dari bahan atau material yang aman. Jangan membeli mainan berbahan logam kepada anak, khususnya anak yang masih berusia di bawah 3 tahun.

  1. Bagian Mekanis Mainan

Bagian mekanis mainan perlu mendapat perhatian. Unsur mekanis mainan biasanya berupa engsel, lipatan, tuas, tali, karet dan sebagainya. Unsur mekanis mainan ini bisa membahayakan anak. Pastikan bahwa bagian-bagian mainan itu tidak membahayakan anak saat difungsikan.

  1. Mainan Bersuara

Pastikan mainan tidak mengeluarkan bunyi yang terlalu keras untuk telinga anak. Mainan bersuara (misalnya kerincingan dan mainan musik) bisa menghasilkan suara bising sekeras suara klakson mobil. Hal tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan pendengaran apabila dibunyikan di dekat telinga anak.

Ingatlah bahwa bimbingan dan pengarahan tetap penting untuk Anda berikan, khususnya tentang bagaimana memperlakukan mainan secara benar. Cara efektif untuk hal ini adalah dengan mengajak Si Kecil bermain bersama. Pada saat bermain bersama, Anda bisa memberi contoh kepadanya mengenai cara aman dalam memainkan mainan.

Kalaupun Si Kecil bermain sendiri, haruslah tetap dalam pengawasan orang dewasa. Jangan biarkan anak memainkan mainannya sendirian. Juga pada saat ia memainkan mainannya bersama teman sebaya, pengawasan harus dilakukan secara lebih saksama.

0 Komentar

Belum ada komentar