Sukses

Jenis-jenis Rematik

Apa saja jenis-jenis rematik? Bagaimana bisa seseorang terkena rematik? Simak penjelasan lengkapnya oleh dr. Kartika Mayasari.

KlikDokter.com - Arthritis atau istilah umumnya rematik merupakan peradangan pada sendi. Peradangan inilah yang menimbulkan rasa sakit pada penderita arthritis. Umumnya penderita arthritis berusia lanjut, namun ada pula jenis arthritis yang menyerang anak-anak. Berikut adalah jenis-jenis arthritis yang penting untuk diketahui:

1. Osteoarthritis      

Osteoarthritis disebut juga sebagai penyakit sendi degeneratif yang disebabkan oleh proses penuaan. Arthritis jenis ini biasanya menyerang berbagai sendi seperti pada lutut, pinggul, tulang belakang, kaki, dan pangkal ibu jari. Diyakini faktor mekanik dan genetik cukup berperan dalam munculnya osteoarthritis.

2. Rheumatoid Arthritis

Pada rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menyerang membran sinovial yang mengakibatkan nyeri, pembengkakan, serta kekakuan pada sendi. Diagnosa dini sering kali sulit dilakukan karena gejala awal yang samar dan memburuk secara bertahap.

3. Psoriatic Arthritis

Psoriatic arthritis memiliki banyak kesamaan dengan rheumatoid arthritis, terutama karena keduanya merupakan penyakit autoimun. Kondisi ini sering terjadi pada orang-orang yang menderita psoriasis. Penyakit ditandai dengan peradangan pada sendi, yang diikuti oleh pembengkakan dan nyeri. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan sendi menjadi lumpuh.

4. Gout

Gout  disebabkan karena gangguan metabolisme asam urat dalam tubuh, sehingga menghasilkan kristal asam urat yang disimpan pada sendi, terutama pada jempol kaki. Akibatnya sendi menjadi bengkak, kemerahan,  dan nyeri.

5. Juvenile Arthritis

Juvenile arthritis adalah radang sendi yang memicu peradangan dan kekakuan sendi selama lebih dari 6 minggu, pada anak berusia 16 tahun atau lebih muda. Peradangan dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri pada sendi, meskipun banyak anak yang mengalaminya tidak mengeluh nyeri. 

6. Septic Arthritis

Septic arthritis disebabkan karena infeksi oleh jamur, virus, atau bakteri. Pada septic arthritis, kuman menyusup ke dalam sendi dan menyebabkan nyeri yang parah disertai pembengkakan. Biasanya kuman hanya menyerang satu sendi. Bakteri paling sering menyerang lutut, meskipun sendi lain juga dapat terkena, termasuk pinggul, pergelangan kaki, siku, dan bahu.

7. Ankylosing Spondylitis

Ankylosing Spondylitis merupakan penyakit kronis yang dapat mengakibatkan peradangan yang cukup parah, terutama pada tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan kekakuan pada tulang belakang. Nyeri punggung bawah yang disertai dengan kekakuan yang terus-menerus selama beberapa bulan merupakan gejala yang paling sering muncul.

8. Polymyalgia Rheumatica

Kondisi ini sering menyerang penderita yang berusia di atas 50 tahun. Polymyalgia rheumatica menyebabkan sakit parah dan kekakuan pada bahu, pinggul, dan leher. Karena gejala yang muncul mirip dengan kondisi lain, membuat polymyalgia rheumatica sering kali sulit didiagnosis secara akurat. Namun, jika didiagnosis cukup dini, biasanya responsnya akan baik terhadap pengobatan yang dilakukan.

9. Systemic Lupus Erythematosus

Systemic lupus erythematosus adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi seluruh sistem tubuh bersamaan dengan beberapa organ dalam. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita ketika pada masa-masa pengasuhan anak. Systemic lupus erythematosus bisa mengancam jiwa, sehingga penting untuk dilakukan diagnosis secara dini.

10. Fibromyalgia

Jenis arthritis ini mempengaruhi jaringan lunak tubuh dan disebabkan karena kerusakan fungsi neurotransmitter di otak yang ditandai dengan kekakuan, pegal, dan nyeri otot.

Dari sepuluh jenis arthritis di atas, ada satu jenis arthritis yang sangat sering menjadi keluhan pasien yakni rheumatoid arthritis. Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya mengenai rheumatoid arthritis.

1 dari 2 halaman

Jenis-jenis Rematik

Neuralgin Rhema

Dari sepuluh jenis arthritis di atas, ada satu jenis arthritis yang sangat sering menjadi keluhan pasien yakni rheumatoid arthritis.

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun (penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu lama pada sendi.

Penyakit ini umumnya menyerang sendi-sendi bagian jari, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki. Pada penderita stadium lanjut akan membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala lainnya yakni demam, nafsu makan menurun, berat badan menurun, lemas,  dan kurang darah. Namun kadang kala si penderita tidak merasakan gejalanya. Diperkirakan kasus rheumatoid arthritis diderita pada usia di atas 18 tahun, dan berkisar 0,1% hingga 0,3% dari jumlah penduduk Indonesia.

Rheumatoid arthritis biasanya ditandai dengan adanya beberapa gejala yang berlangsung selama minimal 6 minggu, yaitu:

  • Kekakuan pada dan sekitar sendi yang berlangsung sekitar 30-60 menit di pagi hari.
  • Bengkak pada 3 atau lebih sendi pada saat yang bersamaan.
  • Bengkak dan nyeri umumnya terjadi pada sendi-sendi tangan.
  • Bengkak dan nyeri umumnya terjadi dengan pola yang simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.

Telah dijelaskan di atas bahwa penyebab rheumatoid arthritis adalah kondisi autoimun, yang berarti hal itu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang dirinya sendiri. Namun, belum diketahui apa yang memicu ini.

Biasanya, sistem kekebalan tubuh Anda membuat antibodi yang dapat menyerang bakteri dan virus. Tetapi jika Anda memiliki rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh Anda keliru mengirimkan antibodi pada lapisan sendi Anda, sehingga malah menyerang jaringan di sekitar sendi. Hal ini menyebabkan sinovium atau lapisan tipis sel yang meliputi sendi Anda menjadi sakit dan meradang.

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena rheumatoid arthritis, termasuk:

  • Genetik; ada beberapa bukti bahwa rheumatoid arthritis dapat berjalan dalam keluarga walaupun kecil.
  • Hormon; rheumatoid arthritis lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Terjadi karena efek dari hormon estrogen ditemukan lebih tinggi pada wanita, meskipun ini belum terbukti secara meyakinkan.
  • Merokok; beberapa bukti menunjukkan bahwa orang yang merokok memiliki peningkatan risiko terkena rheumatoid arthritis.
  • Umur; semakin tua umur Anda, risiko terkena akan semakin besar karena daya tahan tubuh Anda juga semakin menurun.
  • Obesitas; kegemukan menyebabkan ausnya tulang rawan karena bergesernya titik tumpu badan, yang pada akhirnya akan menimbulkan gejala nyeri sendi.

0 Komentar

Belum ada komentar