Sukses

Perbedaan Utama Osteoporosis dan Osteopenia

Penyakit osteoporosis pasti sering Anda dengar, namun bagaimana dengan osteopenia?

KlikDokter.com - Osteopenia merupakan gejala dini penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Namun tidak semua orang yang terkena osteopenia dapat berkembang penyakitnya menjadi osteoporosis.

Sedangkan osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas, yakni berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat menyebabkan kerapuhan tulang.

Untuk mendiagnosa osteopenia, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kepadatan tulang dengan menggunakan DXA scan (dual energy X-ray absorptiometry), yang dapat mendeteksi kandungan mineral seperti kalsium di dalam tulang. Semakin tinggi angka kepadatan tulang Anda, maka dapat dipastikan Anda memiliki tulang yang kuat.

Pemeriksaan dengan DXA scan dianjurkan pada beberapa kategori berikut ini, pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Perbedaan Utama Osteoporosis dan Osteopenia

Osteopor

Pemeriksaan dengan DXA scan dianjurkan pada beberapa kategori di bawah ini:

  • Wanita berusia 65 tahun ke atas.
  • Wanita berusia 60 tahun dengan tambahan faktor risiko yang dapat meningkatkan ancaman patah tulang.
  • Pria berusia 70 tahun ke atas.

Berikut adalah faktor risiko terjadinya osteopenia:

  • Wanita.
  • Bertubuh kurus.
  • Asupan kalsium dalam tubuhnya sedikit.
  • Merokok.
  • Mempunyai riwayat anoreksia.
  • Mempunyai riwayat keluarga osteoporosis.
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol.
  • Waktu menopause terlalu dini

Untuk mencegah osteopenia yang dapat berisiko terjadi osteoporosis, konsumsilah makanan dengan gizi seimbang yang terdiri dari asupan karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah. Makanan yang tinggi kalsium dan vitamin D juga penting, seperti susu, yoghurt, keju, dan brokoli.

Tak boleh dilupakan, olahraga secara rutin minimal tiga kali dalam seminggu. Pilih aktivitas fisik yang dapat meningkatkan dan mempertahankan kapasitas fungsional, seperti berjalan, lari, dan tenis. Selain itu, hindarilah merokok karena dapat menurunkan kepadatan tulang.

0 Komentar

Belum ada komentar