Sukses

Kolesterol Tinggi Selama Kehamilan, Harus Bagaimana?

Pada dasarnya kolesterol pada ibu hamil tidak akan bermasalah untuk ibu dan buah hatinya. Namun, tetaplah waspada terutama jika Anda memiliki riwayat kolesterol tinggi sebelum hamil.

KlikDokter.com - Tubuh Anda akan mengalami berbagai perubahan selama kehamilan. Salah satunya adalah perubahan kadar lemak darah dan kolesterol. Kolesterol sebenarnya adalah zat lemak, karenanya tubuh Anda dan bayi Anda tetap memerlukan kolesterol untuk berfungsi dengan baik. Tetapi bila kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi, akan berisiko terjadi pengendapan pada dinding pembuluh darah.

Umumnya kadar kolesterol meningkat selama trimester kedua kehamilan dan mencapai puncaknya selama trimester ketiga. Kadar kolesterol ini biasanya mulai normal kembali pada empat minggu setelah melahirkan. Jadi, Anda bisa memeriksa kadar kolesterol Anda lagi pada enam minggu setelah melahirkan.

Kebanyakan obat kolesterol tidak aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, jadi cara terbaik untuk mengendalikannya adalah melalui diet dan olahraga. Perlu diketahui, kolesterol darah tinggi selama kehamilan biasanya tidak berbahaya selama disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron. Namun jika kolesterol Anda secara signifikan memang tinggi, Anda bisa berisiko terkena preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat mengakibatkan kejang sehingga membahayakan kehidupan ibu maupun janin.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan kolesterol yang tinggi selama kehamilan? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Kolesterol Tinggi Selama Kehamilan, Harus Bagaimana?

Perhatikanlah menu makanan Anda sehari-hari. Tubuh Anda membutuhkan sekitar 300 kalori tambahan per hari untuk membantu memfasilitasi pertumbuhan janin. Sumber-sumber zat yang penting adalah vitamin tambahan dan mineral seperti asam folat, kalsium, dan zat besi.

Nah, jika Anda ingin mengontrol kolesterol, diet seimbang yang kaya vitamin, mineral, dan serat sangatlah dibutuhkan. Apalagi serat dapat membantu tubuh Anda mengeluarkan kolesterol yang tidak diperlukan dari tubuh.

Aktivitas fisik juga penting karena dapat membantu mengendalikan kolesterol. Lakukanlah olahraga pada intensitas sedang sebanyak tiga kali seminggu (30 sampai 40 menit per sesi). Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga.

0 Komentar

Belum ada komentar