Sukses

Fakta Anemia Kronis

Libido Anda menurun? Anda muda lelah? Sulit berkonsentrasi? Sering sakit kepala atau vertigo? Waspadai bisa jadi Anda mengalami anemia kronis. Berikut penjelasannya di sini.

KlikDokter.com - Anemia merupakan suatu kondisi, bukan suatu penyakit, dimana terjadi penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan hemoglobin dalam darah. Hemoglobin terdapat dalam sel darah merah yang berfungsi untuk menghantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tanpa oksigen yang cukup, jaringan dan organ tubuh akan mengalami masalah.

Berdasarkan waktunya, anemia dibedakan menjadi anemia akut dan kronik. Anemia akut ditandai dengan turunnya kadar hemoglobin secara cepat, misalnya karena perdarahan atau hemolitik. Gejala anemia juga muncul secara cepat, awalnya mungkin tidak ada keluhan sama sekali. Sedangkan anemia kronik terjadi dalam periode waktu yang lama. Gejalanya juga muncul secara perlahan dan semakin memberat jika tidak diatasi.

Berikut ini adalah gejala anemia kronik:

  • Lemah, mudah lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit kepala, vertigo
  • Tinnitus (teling berdenging)
  • Pingsan
  • Pucat
  • Sesak napas
  • Libido menurun

Apa saja penyebab anemia kronik? Halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya:

1 dari 2 halaman

Fakta Anemia Kronis

Sakatonik Liver

Apa saja penyebab anemia kronik? 

  • Anemia defisiensi besi

Penyebabnya karena asupan zat besi yang kurang atau gangguan penyerapan zat besi di saluran cerna.

  • Anemia defisiensi vitamin B12 dan asam folat

Umumnya terjadi pada vegetarian, disebabkan oleh asupan asam folat dan B12 yang kurang.

  • Anemia aplastik

Merupakan suatu kondisi yang mengancam nyawa dimana sumsum tulang belakang tidak mampu memproduksi sel darah. Hal ini bisa disebabkan oleh efek samping terapi kanker, paparan terhadap racun/toxin, penyakit autoimun, dan infeksi virus.

  • Anemia hemolitik

Pada anemia hemolitik, sel darah merah dihancurkan lebih cepat sebelum waktunya. Contohnya adalah penyakit thalassemia. Penderita thalassemia mayor biasanya membutuhkan transfusi darah secara rutin.

  • Anemia penyakit kronik

Penyakit kronik yang tidak diatasi dapat menyebabkan anemia, contohnya penyakit tuberculosis (TBC), sirosis hepatis (gagal hati), gagal ginjal, kanker, HIV, diabetes, dan sebagainya.

Untuk diagnosis pasti dan membedakan penyebabnya diperlukan beberapa pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter dan pemeriksaan laboratorium berupa:

  • Menilai jumlah hemoglobin dan eritrosit
  • Pemeriksaan darah tepi
  • Pemeriksaan sumsum tulang belakang (hanya dilakukan pada pasien yang memiliki indikasi)
  • Pemeriksaan laboratorium tambahan jika dibutuhkan: kadar serum iron, total iron binding capacity (TIBC), serum folat, serum vitamin B12, fungsi hati, hormone tiroid, dan sebagainya.

Penanganan anemia tergantung dari penyebabnya. Transfusi darah mungkin akan dibutuhkan pada anemia berat dengan kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 7 g/dL. Anemia kronik umumnya bukan kondisi gawat darurat sehigga pengobatan bisa dilakukan dengan rawat jalan kecuali ditemukan kondisi penyulit.

0 Komentar

Belum ada komentar