Sukses

Bagaimanakah Mengobati Tulang Keropos?

Informasi ini penting untuk Anda ketahui, mengenai bagaimana saran dokter untuk penanganan tulang keropos atau osteoporosi.

KlikDokter.com – Tulang keropos atau Osteoporosis merupakan penyakit sistemik pada tulang yang ditandai dengan turunnya massa tulang dan kerusakan mikroskopik jaringan tulang, yang menyebabkan tulang menjadi lebih mudah patah.

Osteoporosis merupakan kondisi yang sering tidak disadari, padahal osteoporosis demikian fatalnya karena dapat mengakibatkan kerusakan penunjang struktur tubuh manusia, yakni tulang patah. Terjadinya patah tulang bisa dengan cukup karena adanya sedikit benturan, misalnya jatuh. Meski, dapat juga patah tulang tanpa terjadi benturan sama sekali.

Di Eropa, setidaknya 620.000 kasus patah tulang panggul, 574.000 kasus patah tulang lengan atas, 250.000 patah tulang humerus, dan 620.000 patah tulang belakang terjadi pada laki-laki dan wanita di atas usia 50 tahun akibat osteoporosis.

Osteoporosis akan menyebabkan kecacatan dan berujung pada penurunan kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup seseorang.  Selain itu, osteoporosis juga meningkatkan angka kematian.  Apabila sudah terlanjur terjadi patah tulang, maka proses penyembuhan dan rehabilitasi pun akan berjalan sangat lambat dikarenakan adanya faktor usia.

Tulang memiliki massa tulang, yang dimana puncaknya dicapai pada usia 30 tahun. Setelah usia ini, maka akan terjadi penurunan massa tulang. Penurunan massa tulang pada wanita akan terjadi lebih dini dan lebih cepat  sebab akan terjadi percepatan penurunan massa tulang ketika terjadi menopause. Sehingga pada umumnya wanita akan lebih berisiko mengalami osteoporosis dibandingkan pria.

Faktor risiko yang semakin mudah mencetuskan osteoporosis lainnya adalah:

  • Usia lanjut,
  • riwayat osteoporosis dalam keluarga,
  • ras kaukasia dan mongoloid,
  • postur badan kecil dan kurus,
  • merokok, alkohol, diet rendah kalsium,
  • menggunakan steroid dalam dosis besar atau jangka panjang,
  • tidak rajin beraktivitas,
  • memiliki penyakit hiperparatiroidisme atau tirotoksikosis.

Berikut ini cara menangani osteoporosis, selengkapnya pada halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Bagaimanakah Mengobati Tulang Keropos?

Osteopor

Menangani Osteoporosis

Secara umum penanganan suatu kelainan medis terdiri atas 3 hal prinsip, yaitu:

  1. Pencegahan (preventif),
  2. Pemberian terapi (kuratif),
  3. Mengembalikan fungsi (rehabilitatif).

Dari tiga prinsip langkah di atas, pencegahan merupakan langkah penting dalam kelainan medis ini. Pencegahan pada osteoporosis memiliki 2 tujuan, yang pertama untuk mencegah agar tidak terjadi osteoporosis dan mencegah agar pasien dengan osteoporosis tidak mengalami patah tulang.

Untuk diagnosis adanya osteoporosis maka dapat dilakukan pemeriksaan BMD (Bone Mass Densitometry). Menurut WHO, dikatakan osteoporosis apabila pada kurva BMD kurang dari -2.5 standar deviasi.  Untuk deteksi dini osteoporosis dapat digunakan Bone Densitometer yaitu alat untuk mengukur masa tulang.

Menurut National Osteoporosis Foundation (NOF) Clinician’s Guide, rekomendasi penanganan osteoporosis untuk wanita menopause dan pria berusia lebih dari 50 tahun adalah :

  • Asupan kalsium harian setidaknya 1200 mg/hari
  • Asupan vitamin D harian setidaknya 800-1000 IU per hari
  • Hindari merokok dan minum alkohol
  • Wanita diatas usia 65 tahun dan pria di atas usia 70 tahun direkomendasikan untuk periksa BMD
  • Wanita menopause dan pria 50-70 tahun yang memiliki faktor resiko osteoporosis sebaiknya periksa BMD.
  • Perbanyak aktivitas. Tidak melakukan aktivitas (imobilisasi) dalam waktu lama dapat mencetuskan terjadinya osteoporosis
  • Hindari kegiatan yang bisa mencetuskan trauma seperti memanjat pohon dan memakai sepatu hak tinggi
  • Lakukan olahraga khususnya weight bearing exercise, seperti lari, jogging, berjalan, dan tenis. Weight bearing exercise adalah latihan fisik yang memiliki unsur pembebanan pada tubuh atau anggota gerak dan penekanan pada aksis tulang.

Pemberian Obat

Pemberian obat pada kasus osteoporosis adalah mempertahankan atau meningkatkan masa tulang, dan menurunkan resiko patah tulang. Pengobatan osteoporosis dapat menggunakan alendronate, HRT (hormon replacement therapy) seperti estrogen, asam zoledronik, raloxifene, kalsium, dan vitamin D. 

Latihan Fisik

Latihan fisik atau berolahraga bertujuan mengurangi kehilangan massa tulang dan mengurangi insiden patah tulang. Berjalan misalnya sangat bermandaat karena memiliki pola gerakan koordinasi antara tulang belakang dan anggota gerak.  Namun olahraga yang diserai gerakan seperti membungkuk ke depan dan melompat sebisa mungkin dihindari karena menambah risiko terjadinya patah tulang.

0 Komentar

Belum ada komentar