Sukses

Tulang Keropos dan Siklus Wanita

Tahukah Anda ada hubungan antara siklus hidup wanita dengan kasus terjadinya osteoporosis? Jika Anda belum tahu, maka info dari dr. Dyah Novita Anggraini berikut ini sangat bermanfaat.

KlikDokter.com - Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan kerapuhan tulang. Osteoporosis tidak menimbulkan gejala atau nyeri sehingga terkadang diketahui saat sudah mengalami keretakan tulang.

Terdapat hubungan antara osteoporosis dengan siklus kehidupan wanita, hal ini dikaitkan dengan tinggi rendahnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita. Hormon estrogen dapat berkurang jumlahnya pada siklus alami wanita saat mengalami menopause atau pada wanita muda yang sudah tidak mengalami menstruasi seperti pada atlit wanita atau yang mengalami anoreksia.

Hormon estrogen merupakan hormon seks wanita. Hormon ini menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus haid. Namun seiring dengan pertambahan usia, kadar hormon estrogen di dalam tubuh menurun, fase ini dinamakan fase menopause.

Menopause ditandai dengan hilangnya produksi estrogen oleh indung telur dan terjadi pada wanita berusia 48 sampai 53 tahun. Hilangnya estrogen ini yang berperan dalam proses osteoporosis pada wanita, karena menurunnya kadar estrogen mempercepat kehilangan massa tulang untuk jangka waktu lima sampai delapan tahun. Kehilangan massa tulang akan cepat terjadi selama menopause.

Estogen berperan penting pada masa pertumbuhan dan kekuatan tulang karena estrogen bekerja dengan sel yang bertanggung jawab dengan sel pembentuk dan pertumbuhan tulang yang dinamakan osteoblast.

Berikut wanita yang memiliki potensi tinggi risiko terkena osteoporosis, selengkapnya di halaman selanjutnya:

1 dari 2 halaman

Tulang Keropos dan Siklus Wanita

Osteopor

Berikut wanita yang memiliki potensi tinggi risiko terkena osteoporosis:

  • Wanita yang mengalami menopause dini yaitu di awal umur 45 tahun.
  • Wanita yang periode menstruasinya tidak teratur
  • Wanita yang lama tidak mengalami menstruasi (lebih dari dua bulan)

Langkah awal dalam mencegah osteoporosis adalah mengatur kadar hormon estrogen dan kalsium. Asupan kalsium yang cukup dapat membantu mencegah osteoporosis, oleh karena itu perbanyak asupan kalsium di usia remaja dan memasuki usia 20 tahun. Pada rentan usia tersebut asupan kalsium yang digunakan oleh tubuh sangat membantu untuk membentuk tulang yang kuat.

Berikut rekomendasi dosis kalsium berdasarkan umur:

  • 1-3 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 500 mg/hari
  • 4-8 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 800 mg/hari
  • 9-18 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1300 mg/hari
  • 19-50 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1000 mg/hari
  • 51 tahun keatas membutuhkan kalsium sebanyak 120 mg/hari 

0 Komentar

Belum ada komentar