Sukses

Hubungan Sakit Jantung Tulang Keropos

Tahukah Anda, bahwa penyakit jantung koroner dan osteoporosis diduga memiliki hubungan? Berikut penjelasan dr. Aldico Sapardan, Sp.OT di sini.

KlikDokter.com - Penyakit jantung koroner dan osteoporosis adalah masalah kesehatan yang besar di Amerika Utara, yang mana insidensinya meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Pada temuan yang sama, patah tulang akibat osteoporosis dan penyakit jantung koroner merupakan penyebab morbiditas dan kematian prematur pada orang-orang berusia tua. Dari data tersebut dapat dilihat terdapat hubungan kondisi penuaan dengan dua kondisi penyakit tersebut.

Pada faktanya, wanita pasca menopause tampak lebih berisiko mengidap dua penyakit osteoporosis dan penyakit jantung koroner. Kenyataannya, ketika perempuan mencapai menopause, risiko mengidap osteoporosis dan penyakit jantung koroner meningkat secara substansial. Ditambah, penyakit jantung koroner dan osteoporosis sering didapat pada satu individu. (Baca: Gadis Remaja Merokok Berisiko Memiliki Penyakit Tulang)

Namun sebelum kita membahas lebih lanjut hubungan penyakit jantung koroner dengan osteoporosis, ada baiknya kita ketahui bersama terlebih dahulu faktor risiko pencetus dari kedua penyakit ini yang kian berhubungan seiring dengan meningkatnya usia.

Lalu faktor apa saja yang menyebabkan penyakit jantung koroner? Halaman berikut penjelasan selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Hubungan Sakit Jantung Tulang Keropos

Osteopor

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

Sekilas mengenai penyakit jantung koroner, faktor risiko pada penyakit jantung koroner terbagi atas dua jenis:

  1. Faktor yang tak dapat diubah, antara lain:
    1. riwayat keluarga,
    2. jenis kelamin pria lebih berisiko, dan
    3. pertambahan umur
  2. Faktor yang dapat diubah seperti;
    1. peningkatan tekanan darah,
    2. kebiasaan merokok,
    3. kurang olahraga,
    4. profil lipoprotein lipid yang abnormal (contohnya: peningkatan kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, dan penurunan kolesterol HDL),
    5. pola makan yang tidak sehat,
    6. konsumsi alkohol yang berlebihan,
    7. diabetes.    

Dan apa saja faktor risiko osteoporosis? Halaman berikutnya penjelasan selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Hubungan Sakit Jantung Tulang Keropos

Osteopor

Faktor Risiko Osteoporosis

Sama halnya dengan penyakit jantung koroner, osteoporosis juga memiliki dua jenis faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah, berikut di antaranya:

  1. Faktor risiko yang tak dapat diubah seperti
    1. jenis kelamin (wanita lebih berisiko),
    2. pertambahan usia,
    3. riwayat patah tulang setelah usia 40 tahun,
    4. riwayat keluarga dengan osteoporosis,
    5. turunan Eropa atau Asia,
    6. demensia.
  2. Faktor risiko yang dapat diubah:
    1. seperti BMI yang rendah,
    2. asupan kalsium dan vitamin D yang kurang,
    3. kurang aktivitas fisik,
    4. konsumsi obat berlebihan (seperti obat-obatan kortikosteroid),
    5. ketidakseimbangan hormon (defisiensi estrogen),
    6. perokok,
    7. konsumsi alkohol yang berlebihan,
    8. menopause dini (sebelum usia 45 tahun),
    9. amenorea pre-menopause yang berkepanjangan (<1 tahun)

Osteoporosis merupakan beban berat bidang kesehatan yang dapat terjadi pada jutaan orang di seluruh dunia, terutama pada daerah berkembang. Pada daerah berkembang diestimasikan sekitar 40-50% wanita usia 50 tahun mengalami patah tulang (fraktur) yang berhubungan dengan osteoporosis pada masa hidupnya.

Hubungan Antara Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner & Osteoporosis

Ada beberapa studi yang menyatakan hubungan antara klasifikasi vaskuler dan bone loss. Misalnya, kepadatan (densitas) mineral tulang berbanding terbalik terhadap koroner dan/ atau kalsifikasi aorta, dan berkaitan langsung dengan kolesterol HDL. Ada juga yang mengatakan bahwa akselerasi dari “bone loss” terjadi juga pada penyandang diabetes.

Hubungan potensial antara kedua kondisi kronis ini memiliki implikasi yang penting untuk kesehatan untuk beberapa individu dengan (atau berisiko untuk) penyakit jantung kororner dan osteoporosis. Misalnya, investigasi terhadap wanita pasca menopause didapatkan peningkatan risiko terkait penyakit kardiovaskular dan kematian akibat stroke pada setiap penurunan standar deviasi dalam massa tulang

Kedua kondisi kronis memiliki faktor risiko yang serupa, di antaranya:

  1. kurangnya aktivitas fisik,
  2. kebiasaan merokok,
  3. usia,
  4. pasca menopause,
  5. konsumsi alkohol yang berlebihan)

Namun, para peneliti telah menunjukkan hubungan langsung antara penyakit jantung dan kepadatan tulang panggul bahkan setelah penyesuaian terhadap faktor risiko yang sering (termasuk usia, pasca menopause, BMI, tingkat pendidikan, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik).   

0 Komentar

Belum ada komentar