Sukses

Pentingnya Faktor Lingkungan Terhadap Karakter Anak

Lingkungan berperan sangat vital bagi perkembangan emosi anak. Apa yang terjadi jika lingkungan anak tidak harmonis?

KlikDokter.com - Lingkungan tidak bisa dimungkiri merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan bagi perkembangan anak.

Faktor lingkungan sangatlah luas cakupannya, mulai dari suara, polutan, rumah, sekolah, kepadatan penduduk di mana anak dibesarkan, situasi pemukiman tempat anak tinggal, masalah psikologis, sampai dengan situasi politik yang dikaitkan dengan keamanan.

Sebagai contoh, suatu sekolah yang terletak di jalan raya yang bising terbukti memiliki anak didik dengan kemampuan berkonsentrasi lebih baik ketimbang sekolah dengan situasi belajar lebih tenang.

Di lain sisi, kebisingan justru menyebabkan tekanan darah pada anak meningkat dibanding pada anak yang tidak berada di lingkungan bising.

Mengapa suatu stimulus yang sama bisa menyebabkan dampak yang berbeda? Berikut penjelasan selengkapnya di halaman selanjutnya.

1 dari 2 halaman

Pentingnya Faktor Lingkungan Terhadap Karakter Anak

Faktor lingkungan memiliki peran dalam perkembangan fungsi kognitif dan emosi sosial seorang anak. Fungsi kognitif merupakan kemampuan seorang anak untuk mengolah, menyimpan, dan menggunakan kembali semua masukan sensorik secara baik. Fungsi kognitif terdiri atas unsur memperhatikan (atensi), mengingat (memori), mengerti pembicaraan (bahasa), bergerak (motorik), merencanakan, serta melaksanakan suatu tindakan (eksekutif).

Lantas, seberapa besar pengaruh faktor lingkungan yang memicu stres terhadap tumbuh kembang anak?

Sebuah penelitian menyatakan bahwa pada 17.000 orang dewasa yang mengalami stres semasa kecil, satu setengah kali sampai dengan dua kali lebih berisiko memiliki sakit jantung dan pembuluh darah, penyakit autoimun, dan usia kematian lebih dini dibandingkan mereka yang tidak mengalami stres. Stres yang dialami pada penelitian ini disebabkan karena kekerasan dalam keluarga, pelecehan semasa anak-anak, dan penelantaran.

Keharmonisan dalam keluarga juga berhubungan erat dengan perkembangan anak, karena mempengaruhi hal-hal seperti pencapaian akademis di sekolah, perkembangan emosi dan sosial, dan pembentukan kepribadian. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gene H. Brody dkk. (Department of Child and Family Development and Center for Family Research, University of Georgia) menyatakan bahwa keluarga yang tidak harmonis akan menyebabkan Si Kecil menjadi tidak peduli, tidak suka menolong, dan tidak mampu mengontrol emosi.

Selain itu, kepadatan dalam rumah seperti jumlah orang dalam keluarga, hubungan keluarga dengan tetangga, dan kondisi tempat tinggal yang layak, juga memiliki kaitan dengan perkembangan anak. Dalam hal ini, jumlah anak yang banyak diduga akan mempengaruhi ketidakmampuan orangtua atau pengasuh memperhatikan tumbuh kembang anak satu per satu, sehingga berdampak kurang baik bagi anak tersebut.

Setiap waktu yang dilalui Si Kecil merupakan pembelajaran yang baru baginya. Apa pun yang Si Kecil alami, lihat, dan dengar bisa tersimpan dalam ingatannya dan menjadi patokannya dalam bersikap dan bertindak pada masa yang akan datang. Karena itu, janganlah luput untuk memperhatikan faktor lingkungan – yang nantinya akan berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan sosialnya.

0 Komentar

Belum ada komentar