Sukses

6 Cara Mengatasi Masalah Makan pada Anak

Apakah anak Anda susah makan? Jika ya, berarti Anda termasuk dari sekian banyak orangtua yang mengalami hal ini. Temukan solusinya bersama dr. Melyarna Putri di sini.

KlikDokter.com - Makan adalah salah satu kemampuan awal yang harus dipelajari setiap anak. Banyak orangtua merasa frustrasi akibat anaknya menjadi picky eaters atau masalah makan lainnya. Apabila Anda merasakan hal yang sama, Anda tidak sendirian, masalah makan ini dialami oleh banyak orangtua atau pengasuh di dunia ini.

Kesulitan makan ringan pada anak ditemukan pada sekitar 25-45% anak sehat dan sekitar 80% pada anak dengan keterlambatan perkembangan atau penyakit kronis. Sedangkan, kesulitan makan berat yang membutuhkan intervensi medis ditemukan setidaknya pada 3-10% anak.

Kesulitan makan dapat dipicu oleh beberapa hal, di antaranya:

  1. Struktur anatomis yang abnormal, misalnya bibir yang sumbing
  2. Permasalahan neurologis (persarafan)
  3. Masalah kebiasaan
  4. Masalah pernapasan
  5. Kelainan motilitas sistem pencernaan dan kelainan sensorik

Proses makan melibatkan sensasi mencium bau makanan, merasakan, menyentuh, melihat, mendengar, kemudian otak akan menganalisa keseluruhan informasi yang diterima dari semua indra tersebut selama proses makan berlangsung. Interaksi antara semua indra selama proses makan menciptakan sebuah persepsi terhadap makanan. Apakah makanan itu enak, tidak enak, pahit, manis, terlalu asin, dan sebagainya.

Untuk mengatasi masalah makan pada anak, Anda dapat melakukan stimulasi pada anak dengan mengikuti kiat berikut di halaman berikut:

1 dari 2 halaman

6 Cara Mengatasi Masalah Makan pada Anak

Untuk mengatasi masalah makan pada anak, Anda dapat melakukan stimulasi pada anak dengan mengikuti kiat berikut:

  • Biarkan anak melihat Anda menyiapkan makanan, agar ia merasa “familiar” dengan apa yang hendak ia makan.
  • Apabila anak sudah berusia di atas 6 bulan, kenalkan makanan dengan berbagai variasi tekstur secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk mengenalkannya kepada berbagai tekstur makanan, mulai dari bubur, nasi tim, nasi lembek, nasi biasa, pasta, kentang tumbuk, dan sebagainya.
  • Secara rutin, berikan menu makanan baru pada piring yang sama dengan makanan yang biasa anak Anda makan. Biarkan dia menjilat, mencoba rasa dan tekstur, serta mencium bau makanan baru. Namun, pengenalan makanan baru tidak lebih dari satu jenis makanan setiap minggunya.
  • Apabila anak belum mau mencoba makanan baru, usahakan tidak memaksa. Menurut penelitian, seorang anak akan mencoba memakan makanan baru setelah 10-15 kali ditawari makanan tersebut.
  • Berikan anak Anda kendali atas sendok, biarkan anak merasa memiliki wewenang atas apa yang mau ia makan, seberapa banyak dia ingin makan, serta mengatur letak makanan yang ada di dalam piring. Anda boleh membantu menyuapi anak selagi anak makan sendiri, namun jangan memaksa.
  • Berikan makanan yang anak Anda bisa pegang sendiri (finger foods). Hal ini akan melatih kemampuan motorik halus dan kemandirian anak.

0 Komentar

Belum ada komentar